menanam harapan dengan jajar legowo

Kamis, 30 Juli 2009

PRODUK-PRODUK PERTANAN UNGGULAN UPTD DISPERTANBUN KEC. JEPON



Wilayah UPTD Dispertanbun kec. Jepon yang terdiri dari 7 bulan kering dan 5 bulan basah, memiliki produk-produk pertanian unggulan, a.l :
1.CABEMERAH, ada dua musim tanam cabe merah di wil kec, Jepon, yaitu musim labuhan dan musim apitan. Untuk musim labuhan (Okt-Nov mulai tanam), wilayah penanamannya meliputi desa : Kemiri,Palon,Bangsri (ditanam di lahan tegalan dan hutan), desa Jomblang dan Tempel Lemahbang.
Untuk musim apitan, wilayah penanamannya di desa Jatirejo, Blungun, Bacem, Jomblang, Tempel Lemahbang, Soko, Waru dan Kelurahan Jepon.
Sebagian petani setelah mendapat pengarahan dari para PPL UPTD Dispertanbun Kec. Jepon, mulai menggunakan mulsa plastik hitam perak dalam penanaman dan pemeliharaan cabe merah ini.
Untuk pemasaran tidak ada kendala karena para petani bisa langsung menjual hasil panennya ke pasar atau ke pedagang besar/pengepul, berapapun hasil panennya.
2. JERUK BESAR TEMPEL
Luas areal tanam untuk jeruk besar Tempel di desa Tempel Lemahbang adalah 15 ha, dengan jumlah total pohon 1.500 batang, dan pohon yang sudah berproduksi sekitar 450 batang, dengan rata-rata produksi 75-100 butir/batang.
Hasil panen jeruk besar Tempel ini belum bisa memenuhi permintaan di Jepon dan Kota Blora karena jumlah permintaan jauh melebih jumlah produksi.
Oleh sebab itu, jeruk besar tempel ini mulai dikembangkan dengan sistem cangkokan, tetapi itu pun belum bisa memenuhi permintaan. Karena apabila terlalu banyak pohon induk yang dicangkok akan merusak pohon induk dan mengurangi produsinya
3. JAGUNG
Penanaman jagung di wilayah UPTD Dispertanbun Kec. Jepon menyebar ata di seluruh desa/kelurahan. Produksi rata-ratanya yaitu : untuk jenis HIBRIDA : 3,8 - 4,0 ton/ha, jenis KOMPOSIT : 2,8 - 3,2 ton/ha, jenis LOKAL : 2,0 - 2,5 ton/ha.
Untuk pemasaran juga tidak ada kendala, selain petani bisa langsung menjual ke pasar, bisa juga dijual langsung ke pedagang besar/pengepul.
4. JAMBU METE
Lahan-lahan yang kurang produktif di wilayah UPTD Dispertanbun Kec. Jepon, seperti di desa SOKO, WARU dan TEMPEL LEMAHBANG, dianfaatkan untuk penanaman tanaman jambu mete.
Luas areal penanamannya sekitar 70 ha. Panen dimulai bulan Agustus s.d Desember tiap ahunnya. Untuk pemasaran tidak ada kendala karena sudah ada pedagang besar/pengepul yang langsung datang untuk membeli dari petani.
5. SAPI
Hewan ternak sapi di wilayah Kec. Jepon khususnya dan Blora pada umumnya dijadikan "rajakaya" atau tabungan oleh para petani, di samping sebagai hewan untuk menarik bajak.
KEPEMILIKAn sapi pada rumah angga petani di wilayah kec.Jepon rata-rata dua (2) ekor, meskipun setelah panen akan ada penambahan jumlah kepemilikan (sebagai tabungan/ "rajakaya")
Sistem perkembangbikan sudah mulai memanfaatkan teknik Inseminasi Buatan (IB).
6. Kambing
Ternak kambing sebagian besar sudah mulai dipelihara dengan sistem kandang panggung. Kambing-kambing tersebut biasanya untuk penggemukan, guna memenuhi keperluan pasar sebagai hewab kurban, aqiqah dan juga sebagai tabungan jangka pendek (apabila ada keperluan mendadak seperti khitanan, pernkahan, memasukkan anak sekolah, ada anggota keluarga yang sakit, dsb) maka ternak kambing akan dijual, dan mereka hanya memelihara anak kambingnya saja.
Desa yang sudah mulai mengembangkan ternak kambing sistem panggung adalah desa Turirejo, Blungun, Kemiri dan Semanggi. Di desa-desa yang lain masih secar tradisional, tetapi sudah dipisahkan kandangnya dari rumah pemiliknya.
7. Ayam potong
Di wilayah UPTD Dispertanbun Kec Jepon mulai ada usaha pemeliharaan ayam potong, yaitu di desa Palon, Ngampon dan Jomblang, meskipun masih merupakan usaha perorangan dan dalam skala kecil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar