menanam harapan dengan jajar legowo

Selasa, 17 November 2009

UPTD DISPERTANBUN JEPON MELAKSANAKAN SL-PTT JAGUNG DAN PADI

Pada tahun anggaran 2009, UPTD Dispertanbun Jepon mendapat kepercayaan untuk melaksanakan SL-PTT komoditas jagung dan padi di desa-desa dan kelurahan di wilayah kecamatan Jepon. Dari 88 kelompok tani yang menjadi binaan para penyuluh, hanya 14 desa/kelurahan yang mendapat alokasi SL-PTT, yaitu :

• Untuk komoditas jagung, ada 4 kelompok tani di desa : Gersi, Puledagel, Waru dan Tempellemahbang
• Untuk komoditas padi ada 10 kelompok tani di desa : Kawengan, Jatirejo, Sumurboto, Puledagel, Balong, Seso, Jomblang, Brumbung, Palon dan kelurahan Jepon.
Pada kegiatan SL-PTT ini dilaksanakan secara tim oleh para penyuluh dan POPT/PHP di wilayah kec. Jepon, dan disampaikan tentang : kontrak belajar SL-PTT, pengertian SL-PTT, bimbingan teknis tentang kegiatan dalam SL-PTT serta penjelasan tentang hama/penyakit awal pada komoditas jagung dan padi. Peserta Sl-PTT adalah 25 anggota kelompok tani yang lahannya akan digunakan untuk kegiatan SL-PTT.

PETANI LAHAN HUTAN DAPAT ALOKASI PUPUK

Keinginan petani hutan di Blora untuk mendapatkan jatah pupuk urea bersubsidi dikabulkan Pemprov jateng.
Mulai tahun ini, para petani penggarap lahan di sekitar kawasan hutan (persil) itu bias mendapatkan pupuk seperti petani lainnya. Alokasi pupuk bagi mereka dijatah 1.748 ton.
“Sama seperti petani lainnya, persyaratan mendapatkan pupuk, antara lain melalui pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Petani lahan hutan uga harus melakukan hal itu,” ujar Asisten II Sekretariat daerah (Sekda) Blora Gunadi pada 10 November 2009 lalu.
Gunadi yang juga ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP-3) Blora mengemukakan, petani hutan beberapa kali meminta kepada Pemkab dan Pemprov Jateng agar ada alokasi pupuk urea untuk mereka.
Sebab, alokasi pupuk selama ini tidak mencantumkan jatah untuk petani di lahan hutan. “Gubernur memutuskan, tahun ini ada alokasi pupuk urea untuk petani hutan di Blora,” tandasnya.
Pernyataan senada dikemukakan pula oleh Ketua DPRD H. Maulana Kusnanto. Menurutnya, alokasi pupuk untuk petani di Blora tahun ini dirasa lebih dari cukup.

TAMBAH ALOKASI
Menurutnya, Pemprov telah menambah alokasi pupuk sekitar 11.000 ton. Blora sebelumnya mendapat jatah pupuk urea bersubsidi 39.971 ton.
“Alokasi pupuk itu kami rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan petani termasuk petani di lahan persil,” ujar Kusnanto.
Bupati RM Yudhi Sancoyo mengimbau, penggunaan pupuk urea hendaknya sesuai dengan kebutuhan. Dia mengatakan, satu hektar lahan membutuhkan pupuk sekitar 250 kilogram.
Namun, terkadang para petani menginginkan pupuk lebih banyak dengan harapan tanamannya tumbuh lebih baik. “ Padahal penggunaan pupuk yang berlebihan akan merusak tanah,” imbuhnya.

Senin, 31 Agustus 2009

EL NINO KUAT DI BULAN NOVEMBER 2009, BOLEH TANAM PADI BILA TERSEDIA AIR

Badan Meteorologi Geofisika dan Klimatologi (BMGK) memprediksikan pada Agustus 2009 terjadi El Nino dalam skala lemah, sedangkan pada November 2009 dan Januari 2010 El Nino kuat.
Untuk mengantisipasinya, Deptan meminta kepada petani untuk menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air di daerah. Dirjen Pengelolaan Lahan dan air (PLA) Deptan, Hilman Manan, mengatakan ,“ Selama oktober-Desember 2009 dan Januari 2010 suhu perairan Indonesia cenderung dingin, namun sudah masuk musim hujan, sehingga mengakibatkan 51,8% dari 220 zona mengalami kemunduran awal musim hujan antara 10-30 hari”.
Untuk itu para petani diminta untuk tidak memaksakan menanam padi. Untuk mengantisipasi El Nino, dapat dilakukan percepatan tanam dan penyesuaian pola tanam dengan ketersediaan air di daerah.
Kepada Pemda, agar melakukan penyelamatan tanaman padi berumur di bawah 60 hari, menetapkan Rencana Tata Tanam yang berbasis prakiraan/ramalan serta ketersediaan air dan disiplin dalam menerapkan rencana tata tanam.
Juga memanfaatkan Peta Kalender Tanam yang disusun Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian, mensosialisasikan informasi kemungkinan terjadinya El Nino kepada petani dengan cara yang benar sehingga tidak membuat petani panik.
Pemda juga perlu menginventarisasi daerah-daerah yang rawan kekeringan untuk menetapkan varietas tanaman yang sesuai, yaitu padi varietas genjah dan tahan kekeringan.
Varietas situ Bagendit, Situ Patenggang, Batu Tegi cocok di daerah yang sangat rawan kekeringan. Untuk daerah rawan kekeringan bisa menanam varietas Midas, Way Apo, Buru dan Sunggal. Untuk daerah agak rawan kekeringan menanam varietas Ciherang, Mekongga dan Cigeulis.

PORANG, UMBI LOKAL YANG MONCER DI JEPANG

Tidak banyak masyarakat – terutama di Jawa- yang mengenal tanaman porang (Amorphophallus onchophyllus). Tetapi kalau iles-iles atau suweg, tentu banyak orang yang sudah mengetahuinya.
Di indonesia, tanaman porang memang dikenal dengan banyak nama, tergantung daerah asalnya. Misalnya acung atau acoan oray (Sunda), kajrong (Nganjuk). Nah, orang Jawa biasa menyebutnya sebagai iles-iles atau suweg.
Porang sering dijumpai tumbuh liar di sejumlah hutan di Jawa, sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan harga jual Rp 10.000,00/kg, beberapa orang yang mengetahuinya tergerak untuk mencari umbi porang dari hutan ke hutan.
Mereka menjualnya ke pedagang pengepul, dengan keuntungan sekitar Rp 500,00/kg. Tetapi asal tahu saja, jika diekspor ke Jepang, Taiwan, Thailand, Australia, dan sejumlah negara Eropa, harga jual umbi porang bisa mencapai Rp 15.000,00.
Pangsa pasar terbesar adalah Jepang. Umbi inilah yang diolah menjadi tepung, kemudian dijadikan penganan khas Jepang, seperti konyaku dan shirataki.
Konyaku adalah sejenis jelly yang kaya akan serat. Sedangkan shirataki adalah mi tipis transparan yang dibuat dari konyaku. Meski menjadi peganan khas Jepang, tetapi bahan baku berupa umbi porang didatangkan dari Indonesia.
Kini, permintaan terhadap umbi porang terus meningkat, tak heran jika banyak muncul eksportir baru. Mereka tidak menetapkan persyaratan terlalu ketat, kecuali harus kering dan bersih dari cendawan ( jamur ).

Banyak Manfaat
Di dalam negeri, umbi porang digunakan sebagai bahan pembuatan mi yang dipasarkan di sejumlah swalayan, atau untuk memenuhi kebutuhan pabrik kosmetik.
Sedangkan di mancanegara, umbi porang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan. Misal untuk industri tekstil (membuat kain mengkilap), perekat kertas, cat, kain katun, wool dan bahan imitasi yang memiliki sifat lebih baik dari amilum serta harganya yang lebih murah.
Juga sebagai pengganti agar-agar dan gelatin, sebagai bahan pembuat negative film, isolator dan seluloid karena sifatnya yang mirip selulosa.
Zat glukomanan yang terkandung dalam umbi porang, jika dicampur dengan gliserin atau natrium hidroksida, bisa diolah untuk bahan kedap air. Juga dapat digunakan untuk menjernihkan air dan memurnikan bagian-bagian keloid yang terapung dalam industri bir, gula, minyak dan serat.
Setiap pohon dewasa dapat menghasilkan 2 kg umbi porang. Biasanya, setiap hektar tanaman bisa menghasilkan 12 ton umbi segar atau sekitar 1,5 ton umbi kering. Umbi ini hanya tumbuh subur di musim hujan.
Tingginya permintaan pasar ternyata mampu mengubah cara masyarakat dalam memperoleh umbi porang. Kalau dulu mereka hanya mencarinya di hutan, kini mereka cenderung membudidayakannya.

Syarat Tumbuh
Usaha sudah meluas di Nganjuk, Madiun, Jember, Ngawi dan Wonogiri. Porang adalah tumbuhan herba, menahun, tinggi tanaman 100-150 cm, dan umbi berada di dalam tanah. Umbinya mengandung glukomanan.
Batangnya tegak, lunak, halus dan berwarna hijau atau hitam dengan belang-belang atau totol-totol putih. Batangnya tunggal, tetapi memecah lagi menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bubil berwarna coklat kehitaman yang merupakan alat perkembangbiakan tanaman porang. Memiliki toleransi tinggi terhadap naungan, atau bahkan harus ditanami tanaman pelindung, hanya membutuhkan intensitas cahaya maksimum 40%.
Naungan yang ideal adalah jati, mahoni dan sonkeling, dapat tumbuh optimal pada ketinggian 100-600 m dpl. PH ideal 6-7 pada semua jenis tanah, tapi akan makin baik hasilnya bila di tanah gembur/subur.


Perkembangbiakan
Bisa secara generatif dan vegetatif. Cara generatif, dengan penanaman buah/biji. Tiap 4 tahun, tanaman porang akan menghasilkan bunga yang kemudian menjadi buah/biji. Satu tongkol buah bisa menghasilkan 250 biji, yang dapat disemaikan dulu.
Juga bisa menggunakan umbi tetas (bubil). Bubil dikumpulkan saat panen, lalu disimpan dan ditanam saat musim hujan. Tiap 1 kg biasanya terdiri dari 100 butir bubil.
Cara vegetatif, dilakukan dengan penanaman umbi. Bisa memakai umbi yang berukuran kecil, yang diperoleh dari pengurangan tanaman yang terlalu rapat. Atau memakai umbi berukuran besar, tetapi dipecah-pecah sebelum ditanam pada media.
Umbi ditanam pada guludan setinggi 25 cm dan lebar 50 cm (untuk lahan datar), untuk lahan miring cukup dilubangi dan langsung ditanami bibit. Panen baru bisa dilaksanakan 3 tahun setelah penanaman generatif, dan satu tahun untuk penanaman secara vegetatif.

MADU DAN KUMAN

Saat ini makin banyak kuman yang kebal terhadap obat-obat modern. Akibatnya, angka kematian akibat infeksi yang dialami di rumah sakit meningkat. Jumlah kuman yang resisten meningkat lebih cepat daripada penemuan obat antibiotik baru.
Untuk mengantisipasi hal ini, Royal University di Bath mulai menggunakan madu manuka dan larva (ulat) dalam mengatasi kuman resistensi di Rumah Sakit tersebut. Ternyata madu dan larva menawarkan manfaat yang lebih baik daripada obat-obat modern.
Madu dan terapi larva, menurut sejumlah perawat, merupakan dua pengobatan yang banyak dicoba di berbagai negara untuk melawan infeksi mematikan seperti MRSA (Methicilin Resistant Staphylococcus Aureus). Menurut dokter Kate Purser dari Royal United, kadar gula yang tinggi dalam madu akan menciptakan lingkungan bebas air sehingga bakteri tidak bisa hidup di dalamnya.
Selain itu, kandungan asam dalam madu juga bersifat antibakteri. Hal ini berbeda dengan madu yang djual di pasaran. Madu manuka yang dipanen dari tanaman asli asal Selandia Baru, sudah disterilkan melalui radiasi untuk membunuh semua spora bakteri yang mungkin terdapat di dalamnya.
“Sedangkan larva-larva ini digunakan untuk mempercepat penyembuhan dengan menempatkannya pada luka dan bisul. Larva akan memakan jaringan mati tanpa mengganggu jaringan yang sehat,” tandas Purser.

TEH HITAM TURUNKAN GULA DARAH

Jika Anda kerap terganggu oleh kenaikan kadar gula darah, cobalah mengonsumsi teh hitam secara rutin. Studi terbaru yang dilakukan para peneliti dari Tianjin University, China, menyatakan teh hitam mengandung substansi serupa obat diabetes tipe 2, yaitu precose dan glyset.
Dalam studi ini, peneliti menjelaskan kalau teh hitam mengandung lebih banyak komponen polisakarida daripada teh lainnya, termasuk teh hijau.
Teh hitam, yang memiliki bubuk kasar, sejak lama memang telah digunakan sebagai pengobatandiabetes di China dan Jepang. Kandungan polisakarida teh hitam inilah yang bisa menurunkan kadar gula darah.
Haixia Chen, ketua tim peneliti, menambahkan bahwa kandungan polisakarida ini juga bisa menghambat alfa-glukosida, enzim yang menmgubah tepung menjadi glukosa. “ Obat seperti precose dan glyset pun bekerja dengan menghambat enzim ini,” tegas Chen.

Senin, 10 Agustus 2009

PENYAKIT DARAH PADA PISANG

GEJALA:
- Gejala luar penyakit darah adalah terjadinya penguningan daun yang berawal dari daun termuda, berupa kuning muda dengan garis coklat menyebar dari ibu tulang daun dan meluas ke tepi daun, kemudian daun menjadi kuning dan akhirnya mati dan patah.
- Gejala yang lebih spesifik yaitu terdapat lendir bakteri yang berwarna putih abu-abu sampai dengan coklat kemerahan yang keluar dari potongan buah/bonggol tanaman pisang. Pada tanaman yang terinfeksi, buah masih tampak normal dari luar, tapi daging buahnya telah membusuk berwarna kuning sampai kemerahan.
Perubahan warna menjadi kemerahan juga pada tangkai buah, tangkai tandan dan batang.
- Cara penularan dan pengendalian.
Penyakit ini dapat ditularkan melalui bibit, tanah, air irigasi, alat-alat pertanian serta serangga penular.
Satu-satunya cara pengendalian adalah dengan TINDAKAN PENCEGAHAN, yaitu :
a. melarang perpindahan bibit/tanaman beserta tanahnya dari daerah terserang.
b. pemakaian bibit pisang sehat dan bebas penyakit.
Bibit pisang yang sehat dapat diperoleh dengan cara mengambil bibit dari tanaman sehat dan diambil dari tempat bebas penyakit/bibit hasil kultur jaringan.
c. pembungkusan buah beberapa saat setelah jantung keluar
d. sterilkan alat-alat yang digunakan dari larutan formalin 30%
e. perbaikan drainase, untuk mengurangi kelembaban tanah dan kebun, serta menghindari terjadinya genangan air di kebun
f. fumigasi tanah bekas tanaman yang terserang penyakit dengan Methyl Bromide (secara injeksi)
g. pemusnahan tanaman sakit menggunakan 5-20 ml larutan herbisida glyphosate 5% atau 2-4 D 2,25%. Dengan cara ini diharapkan organisme penyebab penyakit yang ada di dalam tanaman dapat ikut tereradikasi
h. bila penyakit mewabah, semprot tanaman di sekitar kebun minimal dalam radius 15 m dengan insektisida (Malathion dengan dosis sesuai anjuran).
Bongkar semua tanaman yang ada di sekitar tanaman sakit pada radius 2,5 m.
i. rotasi tanaman, dilakukan untuk memotong siklus patogen di dalam tanah selama paling sedikit satu tahun.

SEGUDANG MANFAAT JAMBU BIJI

Jambu biji banyak dicari setiap kali terjadi wabah demam berdarah, karena diyakini dapat meningkatkan sel darah putih. Namun, buah jambu biji ini memiliki manfaat lain bagi kesehatan. Berikut manfaat jambu biji selengkapnya :
1. Diabetes Mellitus (DM), untuk menghambat penyakit DM, cobalah 1 buah jambu biji setengah masak yang dibelah menjadi empat bagian dan direbus dalam satu liter air sampai mendidih. Ambil airnya setelah disaring dan minum 2 kali sehari, pagi dan sore.
2. Maag, untuk mengobati maag atau sakit lambung, cobalah ambil 8 lembar daun jambu biji yang masih segar. rebus dengan 1,5 liter air sampai mendidih, saring dan ambil airnya untuk diminum 3 kali sehari, pagi, siang dan sore.
3. Sakit perut, bila Anda mencret atau diare, ambil 5 lembar daun jambu biji, 1 potong akar, kulit dan batangnya. Rebus dalam 1,5 liter air mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya. Minum 2 kali sehari, pagi dan sore.
4. Masuk Angin, untuk mengobati masuk angin, ambil 10 lembar daun jambu biji yang masih muda, abutir cabe merah, 3 mata buah asam, 1 potong gula kelapa, garam secukupnya.
rebus semua bahan dalam satu liter air sampai mendidih. Saring untuk diambil airnya dan minum 2 kali sehari.
5. Sariawan, untuk mengobati sariawan, sisihkan segenggam daun jambu biji, 1 potong kulitnya. Rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih, kemudian disaring untuk diambil airnya dan minum 2 kali sehari.

DESA DAN KELURAHAN BINAAN UPTD DISPERTANBUN JEPON

Desa dan kelurahan yang menjadi binaan PPL UPTD Dispertanbun Jepon ada 25, yaitu :
1. Desa Seso
2. Desa Sumurboto
3. Desa Brumbung
4. Desa Balong
5. Desa Gersi
6. Desa Puledagel
7. Desa Gedangdowo
8. Desa Bacem
9. Desa Jatirejo
10. Desa Soko
11. Desa Waru
12. Desa Kawengan
13. Desa Nglarohgunung
14. Desa Geneng
15. Desa Tempel lemahbang
16. Kelurahan Jepon
17. Desa Turirejo
18. Desa Kemiri
19. Desa Semampir
20. Desa Bangsri
21. Desa Palon
22. Desa Ngampon
23. Desa Jomblang
24. Desa Semanggi
25. Desa Blungun

Kamis, 30 Juli 2009

PRODUK-PRODUK PERTANAN UNGGULAN UPTD DISPERTANBUN KEC. JEPON



Wilayah UPTD Dispertanbun kec. Jepon yang terdiri dari 7 bulan kering dan 5 bulan basah, memiliki produk-produk pertanian unggulan, a.l :
1.CABEMERAH, ada dua musim tanam cabe merah di wil kec, Jepon, yaitu musim labuhan dan musim apitan. Untuk musim labuhan (Okt-Nov mulai tanam), wilayah penanamannya meliputi desa : Kemiri,Palon,Bangsri (ditanam di lahan tegalan dan hutan), desa Jomblang dan Tempel Lemahbang.
Untuk musim apitan, wilayah penanamannya di desa Jatirejo, Blungun, Bacem, Jomblang, Tempel Lemahbang, Soko, Waru dan Kelurahan Jepon.
Sebagian petani setelah mendapat pengarahan dari para PPL UPTD Dispertanbun Kec. Jepon, mulai menggunakan mulsa plastik hitam perak dalam penanaman dan pemeliharaan cabe merah ini.
Untuk pemasaran tidak ada kendala karena para petani bisa langsung menjual hasil panennya ke pasar atau ke pedagang besar/pengepul, berapapun hasil panennya.
2. JERUK BESAR TEMPEL
Luas areal tanam untuk jeruk besar Tempel di desa Tempel Lemahbang adalah 15 ha, dengan jumlah total pohon 1.500 batang, dan pohon yang sudah berproduksi sekitar 450 batang, dengan rata-rata produksi 75-100 butir/batang.
Hasil panen jeruk besar Tempel ini belum bisa memenuhi permintaan di Jepon dan Kota Blora karena jumlah permintaan jauh melebih jumlah produksi.
Oleh sebab itu, jeruk besar tempel ini mulai dikembangkan dengan sistem cangkokan, tetapi itu pun belum bisa memenuhi permintaan. Karena apabila terlalu banyak pohon induk yang dicangkok akan merusak pohon induk dan mengurangi produsinya
3. JAGUNG
Penanaman jagung di wilayah UPTD Dispertanbun Kec. Jepon menyebar ata di seluruh desa/kelurahan. Produksi rata-ratanya yaitu : untuk jenis HIBRIDA : 3,8 - 4,0 ton/ha, jenis KOMPOSIT : 2,8 - 3,2 ton/ha, jenis LOKAL : 2,0 - 2,5 ton/ha.
Untuk pemasaran juga tidak ada kendala, selain petani bisa langsung menjual ke pasar, bisa juga dijual langsung ke pedagang besar/pengepul.
4. JAMBU METE
Lahan-lahan yang kurang produktif di wilayah UPTD Dispertanbun Kec. Jepon, seperti di desa SOKO, WARU dan TEMPEL LEMAHBANG, dianfaatkan untuk penanaman tanaman jambu mete.
Luas areal penanamannya sekitar 70 ha. Panen dimulai bulan Agustus s.d Desember tiap ahunnya. Untuk pemasaran tidak ada kendala karena sudah ada pedagang besar/pengepul yang langsung datang untuk membeli dari petani.
5. SAPI
Hewan ternak sapi di wilayah Kec. Jepon khususnya dan Blora pada umumnya dijadikan "rajakaya" atau tabungan oleh para petani, di samping sebagai hewan untuk menarik bajak.
KEPEMILIKAn sapi pada rumah angga petani di wilayah kec.Jepon rata-rata dua (2) ekor, meskipun setelah panen akan ada penambahan jumlah kepemilikan (sebagai tabungan/ "rajakaya")
Sistem perkembangbikan sudah mulai memanfaatkan teknik Inseminasi Buatan (IB).
6. Kambing
Ternak kambing sebagian besar sudah mulai dipelihara dengan sistem kandang panggung. Kambing-kambing tersebut biasanya untuk penggemukan, guna memenuhi keperluan pasar sebagai hewab kurban, aqiqah dan juga sebagai tabungan jangka pendek (apabila ada keperluan mendadak seperti khitanan, pernkahan, memasukkan anak sekolah, ada anggota keluarga yang sakit, dsb) maka ternak kambing akan dijual, dan mereka hanya memelihara anak kambingnya saja.
Desa yang sudah mulai mengembangkan ternak kambing sistem panggung adalah desa Turirejo, Blungun, Kemiri dan Semanggi. Di desa-desa yang lain masih secar tradisional, tetapi sudah dipisahkan kandangnya dari rumah pemiliknya.
7. Ayam potong
Di wilayah UPTD Dispertanbun Kec Jepon mulai ada usaha pemeliharaan ayam potong, yaitu di desa Palon, Ngampon dan Jomblang, meskipun masih merupakan usaha perorangan dan dalam skala kecil.

Kondisi Wilayah

UPTD Dispertanbun Kec. Jepon, Kab. Blora, Jawa Tengah terdiri dari 24 desa dan satu kelurahan. Memiliki batas-batas wilayah, yaitu :
Utara : Kec. Bogorejo
Timur : Kec. Jiken
Selatan: Kec. Randublatung
Barat : Kec. Blora Kota
Luas baku tanah sawah adalah 25606448 ha, tanah tegal 23225765ha, tanah pekarangan 11505627 ha, tanh pertanian 6034784 ha, tanah hutan negara 46442220 ha, tanah lain-lain 940775 ha, jadi jumlah totalnya adalah 107723830 ha.
Berdasar sistem pengairannya dibagi menjadi sawah irigasi (3697040 ha) dan sawah tadah hujan (21895109 ha).
Dengan keinggian tempat terendah 92 m dpl dan tertinggi 300 m dpl, topografi datar sampai bergelombang, dengan jumlah bulan basah 5 bulan dan bulan kering 7 bulan.