Hama yang sering menyerang tanaman cabe adalah : •Ulat tanah atau Agrotis Ipsilon •Thrips •Ulat grayak atau Spodoptera litura •Lalat buah atau Dacus verugenius •Aphids hijau /kutu daun .Tungau / mite •Nematode puru akar
Ulat Tanah dengan nama latin Agrotis ipsilon, biasa menyerang tanaman cabe yang baru pindah tanam, yaitu dengan cara memotong batang utama tanaman hingga roboh bahkan bisa sampai putus. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan penyemprotan insektisida Turex WP dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 g/liter bergantian dengan insektisida Direct 25ec dengan konsentrasi 0,4 cc/liter atau insentisida Raydok 28ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter sehari sebelum pindah tanam.
Ulat grayak pada tanaman cabe biasa menyerang daun, buah dan tanaman yang masih kecil. Untuk tindakan pengendalian dianjurkan menyemprot pada sore atau malam hari dengan insektisida biologi TurexWP bergantian dengan insektisida Raydok 28ec atau insektisida Direct 25ec.
Lalat buah gejala awalnya adalah buah berlubang kecil, kulit buah menguning dan kalau dibelah biji cabe berwarna coklat kehitaman dan pada akhirnya buah rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan dengan membuat perangkap dengan sexferomon atau dengan penyemprotan insektisida Winder 100EC dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 cc per liter bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter atau dengan insektisida Cyrotex 75sp dengan konsentrasi 0,3-0,6 g/liter.
Hama Tungau atau mite menyerang tanaman cabe hingga daun berwarna kemerahan, menggulung ke atas, menebal akhirnya rontok. Untuk penengendalian dan pencegahan semprot dengan akarisida Samite 135EC dengan konsentrasi 0,25 – 0,5 ml / liter air bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.
Tanaman yang terserang hama thrips, bunga akan mengering dan rontok. Sedangkan apabila menyerang bagian daun pada daun terdapat bercak keperakan dan menggulung. Jika daun terserang aphids, daun akan menggulung kedalam, keriting, menguning dan rontok. Untuk pencegahan dan pengendalian lakukan penyemprotan dengan insektisida Winder 25 WP dengan konsentrasi 100 – 200 gr / 500 liter air / ha atau dengan Winder 100EC 125 – 200 ml / 500 liter air / Ha bergantian dengan insektisida Promectin 18ec dengan konsentrasi 0,25-0,5 cc/liter.
Nematoda merupakan organisme pengganggu tanaman yang menyerang daerah perakaran tanaman cabe. Jika tanaman terserang maka transportasi bahan makanan terhambat dan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu kerusakan akibat nematode dapat memudahkan bakteri masuk dan mengakibatkan layu bakteri. Pencegahan yang efektif adalah dengan menanam varietas cabe yang tahan terhadap nematode dan melakukan penggiliran tanaman. Dan apabila lahan yang ditanami merupakan daerah endemi, pemberian nematisida dapat diberikan bersamaan dengan pemupukan.
Penyakit yang sering menyerang tanaman cabe diantaranya adalah •Rebah semai •Layu Fusarium •Layu bakteri •Antraknose / patek •Busuk Phytophthora •Bercak daun Cercospora •Penyakit Virus
Penyakit anthracnose buah. Gejala awalnya adalah kulit buah akan tampak mengkilap, selanjutnya akan timbul bercak hitam yang kemudian meluas dan akhirnya membusuk. Untuk pengendaliannya semprot dengan fungisida Kocide 54 WDG dengan konsentrasi 1 sampai 2 g / l air bergantian dengan fungisida Victory 80wp dengan konsentrasi 1 – 2 g / liter air.
Penyakit busuk Phytopthora gejalanya adalah bagian tanaman yang terserang terdapat bercak coklat kehitaman dan lama kelamaan membusuk. Penyakit ini dapat menyerang tanaman cabe pada bagian daun, batang maupun buah. Pengendaliannya adalah dengan menyemprot fungisida Kocide 77 wp dengan dosis 1,5 – 3 kg / Ha bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentarsi 2 sampai 4 gram / liter dicampur dengan fungisida sistemik Starmyl 25 wp dengan dosis 0,8 – 1 g / liter
Rebah semai ( dumping off ) . Penyakit ini biasanya menyerang tanaman saat dipersemaian. Jamur penyebabnya adalah Phytium sp. Untuk tindakan pencegahan dapat dilakukan perlakuan benih dengan Saromyl 35SD dan menyemprot fungisida sistemik Starmyl 25WP saat dipersemaian dan saat pindah tanam dengan konsentrasi 0,5 sampai 1 gram / liter.
Penyakit layu fusarium dan layu bakteri pada tanaman cabe biasanya mulai menyerang tanaman saat fase generatif. Untuk mencegahnya dianjurkan penyiraman Kocide 77WP pada lubang tanam dengan konsentrasi 5 gram / liter / lima tanaman, mulai saat tanaman menjelang berbunga dengan interval 10 sampai 14 hari.
Penyakit bercak daun cabe disebabkan oleh cendawan Cercospora capsici. Gejalanya berupa bercak bercincin, berwarna putih pada tengahnya dan coklat kehitaman pada tepinya. Pencegahannya dapat dilakukan dengan menyemprot fungisida Kocide 54WDG konsentrasi 1,5 sampai 3 gram / liter bergantian dengan fungisida Victory 80WP konsentrasi 2 sampai 4 gram / liter dengan interval 7 hari.
Penyakit mozaik virus. Saat ini belum ada pestisida yang mampu mengendalikan penyakit mozaik virus ini. Dan sebagai tindakan pencegahan dapat dilakukan pengendalian terhadap hewan pembawa virus tersebut yaitu aphids.
Untuk pencegahan serangan hama penyakit, gunakan benih cabe hibrida yang tahan terhadap serangan hama penyakit dan yang telah diberi perlakuan pestisida. Apabila terjadi serangan atau untuk tujuan pencegahan lakukan aplikasi pestisida sesuai OPT yang menyerang atau sesuai petunjuk petugas penyuluh lapang.
menanam harapan dengan jajar legowo
Rabu, 10 Februari 2010
BUDIDAYA KACANG TANAH TOT
Persyaratan Tumbuh
Tumbuh baik pada ketinggian 0 – 500 m dpl, Struktur tanah gembur dan drainase baik, tingkat keasaman (PH) tanah antara 6 – 6,5. Masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup, tanaman muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi.
Benih
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas – varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Penyiapan Lahan
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah, buat saluran drainase berjarak 3 – 4 meter membujur searah dengan barisan tanaman, lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
Waktu Tanam
Penanaman dilakukan segera setelah panen padi, Yaitu tidak lebih dari 7 hari setelah panen, perlu diupayakan penanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan. Sebelum tanam berikan larutan Agrobost ( 1 liter Agrobost : air max 350 liter ) pada lahan secara merata, Tahap ini dibutuhkan Agrobost sebanyak 2 liter.
Cara Tanam
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm jumlah biji per lubang 2 butir, jarak tanaman 40 x 20 cm atau 30 x 20 cm
Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah Urea sebanyak 50 kg, SP36 sebanyak 112,5 kg dan KCL sebanyak 50 kg. Pupuk diberikan kepada pada umur 10 – 15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
Pengairan
Tanaman muda perlu diairi sampai berumur 2,5 bulan, yaitu mulai fase Berkecambah sampai dengan fase pengisian polong.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam, jangan melakukan penyiangan pada saat tanaman sedang berbunga, karena akan mengganggu proses pembuahan.
Tumbuh baik pada ketinggian 0 – 500 m dpl, Struktur tanah gembur dan drainase baik, tingkat keasaman (PH) tanah antara 6 – 6,5. Masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup, tanaman muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi.
Benih
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas – varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Penyiapan Lahan
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah, buat saluran drainase berjarak 3 – 4 meter membujur searah dengan barisan tanaman, lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
Waktu Tanam
Penanaman dilakukan segera setelah panen padi, Yaitu tidak lebih dari 7 hari setelah panen, perlu diupayakan penanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan. Sebelum tanam berikan larutan Agrobost ( 1 liter Agrobost : air max 350 liter ) pada lahan secara merata, Tahap ini dibutuhkan Agrobost sebanyak 2 liter.
Cara Tanam
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm jumlah biji per lubang 2 butir, jarak tanaman 40 x 20 cm atau 30 x 20 cm
Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah Urea sebanyak 50 kg, SP36 sebanyak 112,5 kg dan KCL sebanyak 50 kg. Pupuk diberikan kepada pada umur 10 – 15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
Pengairan
Tanaman muda perlu diairi sampai berumur 2,5 bulan, yaitu mulai fase Berkecambah sampai dengan fase pengisian polong.
Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada tanaman berumur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam, jangan melakukan penyiangan pada saat tanaman sedang berbunga, karena akan mengganggu proses pembuahan.
BUDIDAYA KACANG TANAH TANPA OLAH TANAH
PEDOMAN TEKNIS
Persyaratan Tumbuh :
Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl. Struktur tanah gembur dan drainase baik. Keasaman (pH) tanah antara 6-6.5 Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang masih muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi.
Benih :
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Penyiapan lahan :
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah Buat saluran drainase berjarak 3-4 meter membujur searah dengan barisan tanaman. Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
Waktu Tanam
Penanaman dilaukan segera setelah panen padi, yaitu tidal kebih dari 7 hari setelah panen. Perlu diupayakan supaya penanaman tanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan.
Cara Tanam
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm Jumlah biji per lobang : 2 butir Jarak tanam 40 x 20 cm atau 30 x 20 cm
Pemeliharaan
1. Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah : Urea= 50 kg, Sp-36 = 112,5 kg dan KCl = 50 kg. Pupuk diberikan pada umur 10-15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
2. Pengairan
Tanaman kacang tanah perlu diari sampai umur 2,5 bulan, yaitu mulai dari fase berkecambah sampai dengan fase pengisian polong. Pemberian air dilakukan tiap 2 minggu sekali.
3. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Jangan melakukan penyiangan pada saat tanaman sedang berbunga karena dapat mengganggu proses pembuahan.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit hendaknya dengan prinsip pengendalian terpadu.
Hama yang sering menyerang adalah :
o Penggerek daun (Stomopteryx subsecivella)
o Pengisap daun (Empoasca)
o Kutu daun/Tungau (Tetranychus bimaculatus)
Penyakit yang sering menyerang :
o Penyakit layu (Bacterial wilt)
o Bercak daun (Leaf spot)
o Sapu (Virus)
o Mosail (Mozaik disease)
o Cendawan akar (Sclerotical blight)
Panen
Tanaman kacang tanah sudah bisa dipanen pada umur 100-110 hari dengan tanda-tanda : kulit polong mengeras dan berwarna kehitaman, polong berisi penuh, kulit biji tipis mengkilat dan tidak berair, sebagian besar daun telah rontok.
Analisa Ekonomi (Hasil Studi Kasus)
Produksi yang dicapai dari hasil penerapan teknologi anjuran budidaya kacang tanah tanpa oleh tanah setelah padi sawah yang dilaksanakan pada MK II tahun 1995 di lahan Kelompok Tani Pancor Tunas Urip, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah mencapai rata-rata 3,2 ton polong kering per hektar dengan analisa biaya dan keuntungan sebagai berikut :
1. Biaya produksi per hektar :
a. Benih 200 kg @ Rp. 1.200,- = Rp. 240.000,-
b. Pupuk :
Urea 50 kg @ Rp. 260,- = Rp. 13.000,-
SP-36, 112,3 kg @ Rp. 420,- = Rp. 47.250,-
KCl 50 kg @ Rp. 420,- = Rp. 21.000,-
c. Pembuatan saluran drainase 20 HKSP @ Rp. 2000 = Rp. 40.000,-
d. Penanaman 23 HKSP @ Rp. 2000 = Rp. 40.000,-
e. Pemupukan 4 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 8.000,-
f. Penyiangan I + II, 40 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 80.000,-
g. Panen dan prosesing 75 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 150.000,-
Jumlah (1) = Rp. 645.250,-
2. Biaya tetap
a. Sewa tanah = Rp. 450.000,-
b. Iuran, pajak, penyusutan, bunga dan lain-lain = Rp. 143.295,-
Jumlah (2) = Rp. 593.295,-
Total biaya (1 + 2) = Rp. 1.238.545
3. Nilai produksi (3.200 kg x Rp. 1.100) = Rp. 3.520.000,-
4. Pendapatan bersih usahatani (nilai produksi dikurangi biaya produksi) = Rp. 2.281.455,-
5. B/C ratio = 2,84
Persyaratan Tumbuh :
Tumbuh baik pada ketinggian 0 - 500 m dpl. Struktur tanah gembur dan drainase baik. Keasaman (pH) tanah antara 6-6.5 Dalam masa pertumbuhan memerlukan cahaya matahari yang cukup. Tanaman yang masih muda membutuhkan air cukup untuk pertumbuhan dan setelah berumur 2,5 bulan pemberian air dikurangi.
Benih :
Varietas unggul yang dianjurkan antara lain : Gajah, Macan, Banteng, Kidang, Tapir. Varietas-varietas ini tahan terhadap penyakit layu, karat dan bercak daun.
Penyiapan lahan :
Lahan bekas penanaman padi tidak perlu diolah Buat saluran drainase berjarak 3-4 meter membujur searah dengan barisan tanaman. Lebar saluran 30 cm dan dalam 25 cm.
Waktu Tanam
Penanaman dilaukan segera setelah panen padi, yaitu tidal kebih dari 7 hari setelah panen. Perlu diupayakan supaya penanaman tanaman dilakukan serentak pada suatu hamparan.
Cara Tanam
Biji ditugalkan dengan kedalaman 3 cm Jumlah biji per lobang : 2 butir Jarak tanam 40 x 20 cm atau 30 x 20 cm
Pemeliharaan
1. Pemupukan
Dosis pemupukan yang dianjurkan setiap hektar adalah : Urea= 50 kg, Sp-36 = 112,5 kg dan KCl = 50 kg. Pupuk diberikan pada umur 10-15 hari setelah tanam dengan cara ditebar pada larikan antara barisan. Semua pupuk diberikan sekaligus.
2. Pengairan
Tanaman kacang tanah perlu diari sampai umur 2,5 bulan, yaitu mulai dari fase berkecambah sampai dengan fase pengisian polong. Pemberian air dilakukan tiap 2 minggu sekali.
3. Penyiangan
Penyiangan dilakukan pada umur 3 minggu dan 6 minggu setelah tanam. Jangan melakukan penyiangan pada saat tanaman sedang berbunga karena dapat mengganggu proses pembuahan.
4. Pengendalian hama dan penyakit
Pengendalian hama dan penyakit hendaknya dengan prinsip pengendalian terpadu.
Hama yang sering menyerang adalah :
o Penggerek daun (Stomopteryx subsecivella)
o Pengisap daun (Empoasca)
o Kutu daun/Tungau (Tetranychus bimaculatus)
Penyakit yang sering menyerang :
o Penyakit layu (Bacterial wilt)
o Bercak daun (Leaf spot)
o Sapu (Virus)
o Mosail (Mozaik disease)
o Cendawan akar (Sclerotical blight)
Panen
Tanaman kacang tanah sudah bisa dipanen pada umur 100-110 hari dengan tanda-tanda : kulit polong mengeras dan berwarna kehitaman, polong berisi penuh, kulit biji tipis mengkilat dan tidak berair, sebagian besar daun telah rontok.
Analisa Ekonomi (Hasil Studi Kasus)
Produksi yang dicapai dari hasil penerapan teknologi anjuran budidaya kacang tanah tanpa oleh tanah setelah padi sawah yang dilaksanakan pada MK II tahun 1995 di lahan Kelompok Tani Pancor Tunas Urip, Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah mencapai rata-rata 3,2 ton polong kering per hektar dengan analisa biaya dan keuntungan sebagai berikut :
1. Biaya produksi per hektar :
a. Benih 200 kg @ Rp. 1.200,- = Rp. 240.000,-
b. Pupuk :
Urea 50 kg @ Rp. 260,- = Rp. 13.000,-
SP-36, 112,3 kg @ Rp. 420,- = Rp. 47.250,-
KCl 50 kg @ Rp. 420,- = Rp. 21.000,-
c. Pembuatan saluran drainase 20 HKSP @ Rp. 2000 = Rp. 40.000,-
d. Penanaman 23 HKSP @ Rp. 2000 = Rp. 40.000,-
e. Pemupukan 4 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 8.000,-
f. Penyiangan I + II, 40 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 80.000,-
g. Panen dan prosesing 75 HKSP @ Rp. 2000,- = Rp. 150.000,-
Jumlah (1) = Rp. 645.250,-
2. Biaya tetap
a. Sewa tanah = Rp. 450.000,-
b. Iuran, pajak, penyusutan, bunga dan lain-lain = Rp. 143.295,-
Jumlah (2) = Rp. 593.295,-
Total biaya (1 + 2) = Rp. 1.238.545
3. Nilai produksi (3.200 kg x Rp. 1.100) = Rp. 3.520.000,-
4. Pendapatan bersih usahatani (nilai produksi dikurangi biaya produksi) = Rp. 2.281.455,-
5. B/C ratio = 2,84
Hama dan Penyakit pada kacang tanah
A. Hama
a. Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.
B. Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Oleh : Musriati, SP
Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
a. Uret
Gejala: memakan akar, batang bagian bawah dan polong. Akhirnya tanaman layu dan mati. Pengendalian: olah tanah dengan baik, penggunaan pupuk kandang yang sudah matang, menanam serempak, penyiangan intensif, Penggunaan Pestona dengan cara disiramkan ke tanah, jika tanaman terlanjur mati segera dicabut dan uret dimusnahkan.
b. Ulat Penggulung Daun
Gejala: daun terlipat menguning, akhirnya mengering. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
c. Ulat Grayak (Spodoptera litura)
Gejala: ulat memakan epidermis daun dan tulang secara berkelompok. Pengendalian: (1) bersihkan gulma, menanam serentak, pergiliran tanaman; (2) penyemprotan menggunakan Natural Vitura.
d. Ulat Jengkal (Plusia sp)
Gejala: menyerang daun kacang tanah. Pengendalian: penyemprotan menggunakan Pestona.
e. Kumbang Daun
Gejala: daun tampak berlubang, daun tinggal tulang, juga makan pucuk bunga. Pengendalian: (1) penanaman serentak; (2) penyemprotan menggunakan Pestona.
B. Penyakit
a. Penyakit layu atau “Omo Wedang”
Penyebab: bakteri Xanthomonas solanacearum (E.F.S.). Gejala: daun terkulai seperti disiram air panas, akhirnya mati. Bila dipotong tampak noda coklat pada bagian pembuluh kayu dan bila dipijit keluar lendir kekuningan. Akar tanaman membusuk. Pengendalian: Pergiliran tanaman, gunakan varietas yang tahan. Penting melakukan pencegahan menggunakan Natural GLIO.
b. Penyakit sapu setan
Penyebab: Mycoplasma (sejenis virus). Diduga ditularkan serangga sejenis Aphis. Gejala: bunga berwarna hijau tua seperti daun-daun kecil, ruas-ruas batang dan cabang menjadi pendek, daun-daun kecil rimbun. Pengendalian: tanaman dicabut, dibuang dan dimusnahkan, semua tanaman inang dibersihkan (sanitasi lingkungan), menanam tanaman yang tahan, menanggulangi vektornya menggunakan Pestona atau Natural BVR.
c. Penyakit Bercak Daun
Penyebab : Jamur Cercospora personata dan Cercospora arachidicola. Gejala: timbul bercak-bercak berukuran 1-5 mm, berwarna coklat dan hitam pada daun dan batang. Pengendalian: dengan menggunakan Natural GLIO di awal tanam sebagai tindakan pencegahan.
d. Penyakit Gapong
Penyebab: diduga Nematoda. Gejala: Polong kosong, juga bisa busuk. Pengendalian: tanahnya didangir dan dicari nematodanya.
e. Penyakit Sclerotium
Penyebab: cendawan Sclerotium rolfsii. Gejala: tanaman layu. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, air jangan sampai menggenang, membakar tanaman yang terserang cendawan. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam
f. Penyakit Karat
Penyebab: cendawan Puccinia arachidis Speg. Gejala: pada daun terdapat bercak-bercak coklat muda sampai coklat (warna karat). Daun gugur sebelum waktunya. Pengendalian: gunakan varietas yang resisten, tanaman yang terserang dicabut dan dibakar. Pencegahan: gunakan Natural GLIO pada awal tanam.
Catatan : Jika pengendalian hama penyakit dengan menggunakan pestisida alami belum mengatasi dapat dipergunakan pestisida kimia yang dianjurkan. Agar penyemprotan pestisida kimia lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki.
Oleh : Musriati, SP
Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
FUNGSI UNSUR HARA
NITROGEN
- MERANGSANG PERTUMBUHAN VEGETATIF (MENAMBAH TINGGI TAN DAN TUMBUHNYA ANAKAN)
- MEMBUAT TANAMAN MENJADI LEBIH HIJAU
- SBG BAHAN PENYUSUN KLOROFIL DAUN, PROTEINA, LEMAK
- TAPI BILA N TERLALU BANYAK, DAPAT MENGHAMBAT PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN, TAN TERLALU SUBUR, BATANG MUDAH REBAH, MUDAH TERSERANG H/P
PHOSPOR (P)
- MEMACU PERTUMBUHAN AKAR DAN SISTEM PERAKARAN YANG BAIK DARI BENIH DAN TAN. MUDA
- MEMPERCEPAT PEMBUNGAAN DAN PEMASAKAN BUAH, BIJI ATAU GABAH
- MEMPERBESAR PROSENTASE PEMBENTUKAN BUNGA MENJADI BUAH ATAU BIJI
- SBG BAHAN PENYUSUN INTI SEL, LEMAK, PROTEIN.
KALIUM (K)
- MEMPERLANCAR FOTOSINTESA
- MEMBANTU PEMBENTUKAN PROTEINA DAN KARBOHIDRAT
- MENGERASKAN JERAMI DAN BAG KAYU DARI TAN
- MENINGGIKAN KUALITAS HASIL YANG BERUPA BUNGA DAN BUAH (RASA DAN WARNA)
- MENINGKATKAN KETAHANAN/RESISTENSI TAN THD GANGGUAN H/P/KEKERINGAN
- SBG KATALISATOR DALAM TRANSFORMASI TEPUNG, GULA DAN LEMAK TAN
- UNSUR K TEKUMPUL PD TTK TUMBUH DAN BERPERAN MEMPERCEPAT PERTUMB JARINGAN MERISTEM
MAGNESIUM (Mg)
- BAHAN PENYUSUN KLOROFIL
- MENGAKTIFKAN ENZIM YG BERHUB DG METABOLISME K.H
- MENINGKATKAN KADAR MINYAK PD BERBAGAI TAN PENGHASIL`MINYAK
KALSIUM (Ca)
- MERANGSANG PEMBENTUKAN BULU-BULU AKAR
- MENGERASKAN JERAMI DAN BAG KAYU TAN
- MERANGSANG PEMBENTUKAN BIJI-BIJIAN
BELERANG (S)
- PENYUSUN UTAMA ION SULFAT
- MENAMBAH KANDUNGAN PROTEIN DAN VITAMIN
- MEMBANTU PEMBENTUKAN BINTIL-BINTIL AKAR PD TAN LEGUMINOSE
- MEMBENTU PEMBENTUKAN BUTIR-BUTIR HIJAU DAUN SEHINGGA DAUN MJD LEBIH HIJAU
CHLOR ( Cl)
- MENINGGIKAN KUANTITAS DAN KUALITAS TAN ( KAPAS, GANDUM,KENTANG,KUBIS, WORTEL, TOMAT)
- TP PD TEMBAKAU BERAKIBAT MENURUNKAN KUALITAS KRN DAYA BAKARNYA MENJADI RENDAH
BESI (Fe)
- UTK PEMBENTUKAN KLOROFIL
MANGAN ( Mn)
- PENYUSUN KLOROFIL
- MEMBANTU PROSES FOTOSINTESA
- MERANGSANG PERKECAMBAHAN BIJI
- MERANGSANG PEMASAKAN BUAH
TEMBAGA (Cu) DAN SENG (Zn)
- UTK MENGATUR SISTEM ENZIMA TAN DAN PEMBENTUKAN KLOROFIL
- SANGAT DIPERLUKAN PADA TANAH ALKALIS DAN TANAH ORGANIK
BORIUM (B)
- MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL SAYUR-SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN
- PENTING UTK MENINGKATKAN PRODUKSI BIJI-BIJIAN TAN LEGUM
- DIPERLUKAN PD TNH-TNH ORGANIK
MOLIBDENIUM (Mo)
- UTK FIKSASI N
- PENTING BAGI TAN LEGUM, JERUK DAN SAYURAN
- MERANGSANG PERTUMBUHAN VEGETATIF (MENAMBAH TINGGI TAN DAN TUMBUHNYA ANAKAN)
- MEMBUAT TANAMAN MENJADI LEBIH HIJAU
- SBG BAHAN PENYUSUN KLOROFIL DAUN, PROTEINA, LEMAK
- TAPI BILA N TERLALU BANYAK, DAPAT MENGHAMBAT PEMBUNGAAN DAN PEMBUAHAN, TAN TERLALU SUBUR, BATANG MUDAH REBAH, MUDAH TERSERANG H/P
PHOSPOR (P)
- MEMACU PERTUMBUHAN AKAR DAN SISTEM PERAKARAN YANG BAIK DARI BENIH DAN TAN. MUDA
- MEMPERCEPAT PEMBUNGAAN DAN PEMASAKAN BUAH, BIJI ATAU GABAH
- MEMPERBESAR PROSENTASE PEMBENTUKAN BUNGA MENJADI BUAH ATAU BIJI
- SBG BAHAN PENYUSUN INTI SEL, LEMAK, PROTEIN.
KALIUM (K)
- MEMPERLANCAR FOTOSINTESA
- MEMBANTU PEMBENTUKAN PROTEINA DAN KARBOHIDRAT
- MENGERASKAN JERAMI DAN BAG KAYU DARI TAN
- MENINGGIKAN KUALITAS HASIL YANG BERUPA BUNGA DAN BUAH (RASA DAN WARNA)
- MENINGKATKAN KETAHANAN/RESISTENSI TAN THD GANGGUAN H/P/KEKERINGAN
- SBG KATALISATOR DALAM TRANSFORMASI TEPUNG, GULA DAN LEMAK TAN
- UNSUR K TEKUMPUL PD TTK TUMBUH DAN BERPERAN MEMPERCEPAT PERTUMB JARINGAN MERISTEM
MAGNESIUM (Mg)
- BAHAN PENYUSUN KLOROFIL
- MENGAKTIFKAN ENZIM YG BERHUB DG METABOLISME K.H
- MENINGKATKAN KADAR MINYAK PD BERBAGAI TAN PENGHASIL`MINYAK
KALSIUM (Ca)
- MERANGSANG PEMBENTUKAN BULU-BULU AKAR
- MENGERASKAN JERAMI DAN BAG KAYU TAN
- MERANGSANG PEMBENTUKAN BIJI-BIJIAN
BELERANG (S)
- PENYUSUN UTAMA ION SULFAT
- MENAMBAH KANDUNGAN PROTEIN DAN VITAMIN
- MEMBANTU PEMBENTUKAN BINTIL-BINTIL AKAR PD TAN LEGUMINOSE
- MEMBENTU PEMBENTUKAN BUTIR-BUTIR HIJAU DAUN SEHINGGA DAUN MJD LEBIH HIJAU
CHLOR ( Cl)
- MENINGGIKAN KUANTITAS DAN KUALITAS TAN ( KAPAS, GANDUM,KENTANG,KUBIS, WORTEL, TOMAT)
- TP PD TEMBAKAU BERAKIBAT MENURUNKAN KUALITAS KRN DAYA BAKARNYA MENJADI RENDAH
BESI (Fe)
- UTK PEMBENTUKAN KLOROFIL
MANGAN ( Mn)
- PENYUSUN KLOROFIL
- MEMBANTU PROSES FOTOSINTESA
- MERANGSANG PERKECAMBAHAN BIJI
- MERANGSANG PEMASAKAN BUAH
TEMBAGA (Cu) DAN SENG (Zn)
- UTK MENGATUR SISTEM ENZIMA TAN DAN PEMBENTUKAN KLOROFIL
- SANGAT DIPERLUKAN PADA TANAH ALKALIS DAN TANAH ORGANIK
BORIUM (B)
- MENINGKATKAN KUANTITAS DAN KUALITAS HASIL SAYUR-SAYURAN DAN BUAH-BUAHAN
- PENTING UTK MENINGKATKAN PRODUKSI BIJI-BIJIAN TAN LEGUM
- DIPERLUKAN PD TNH-TNH ORGANIK
MOLIBDENIUM (Mo)
- UTK FIKSASI N
- PENTING BAGI TAN LEGUM, JERUK DAN SAYURAN
SI KUNING YANG SUKA DAUN MUDA
Hewan dari phylum Molusca ini terlihat cantik dan lemah gemulai saat bergerak. Namun, siapa sangka kalau hewan ini mampu menimbulkan kerusakan parah pada tanaman padi yang masih muda ika tidak segera dikendalikan.
Siapa yang tidak jengkel jika tanaman yang baru saja kita tanam harus hancur dan tidak bias diharapkan hasilnya alias gagal panen. Demikianlah kiranya jika tanaman padi kita terkena serangan keong emas.
Hama dengan nama latin Pomacea canaliculata Lamarck ini merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Pasalnya, serangan hama ini telah menimbulkan kerugian cukup besar bagi para petani yang ada di sejumlah daerah sentra padi di Indonesia.
Jika merunut sejenak track record atau jejak sejarah hama dengan ciri cangkang berwarna kuning keemasan ini, wajar kiranya kalau keong mas masuk kategori hama yang patut diwaspadai para petani padi. Di Filipina 400.000 ha tanaman padi hancur karena serangan hama ini.
Sedangkan di Indonesia, seperti di Lampung Selatan, Provinsi Lampung telah merusak 400 ha tanaman padi, di kabupaten Aceh Besar telah menghancurkan 10.000 ha tanaman padi.
Tingginya intensitas serangan keong mas pada tanaman padi salah satunya ditentukan dari karakter yang dimiliki hama ini. Perkembangan hama ini terbilang sangat cepat. Dari mulai bertelur sampai menetas hanya perlu waktu 4 – 7 hari.
Selain itu, kemampuan bertelurnya cukup tinggi. Satu keong betina dewasa bias menghasilkan telur sebanyak 1.000 – 1.200 butir setiap bulannya. Sementara itu, siklus hidupnya berkisar antara 60 – 80 hari.
Masa yang rentan terhadap serangan hama ini adalah saat tanaman padi berumur kurang dari empat minggu stelah tanam. Hama ini hanya memakan tanaman padi yang masih muda. Kalaupun menyerang tanaman padi dewasa, yang diserang adalah anakannya. Sehingga mengakibatkan berkurangnya anakan padi yang produktif.
Untuk mengendalikannya, bias digunakan sejumlah cara, diantaranya dengan memanfaatkan keberadaan musuh alami, misal semut merah dan bebek.
Semut merah biasanya akan memakan telur keong, sedangkan bebek menyukai keong mas yang masih muda.
Namun untuk menempatkan bebek di lading padi uga harus memperhatikan kondisi dan umur tanaman. Lebih baik bebek ditempatkan di sawah saat pengolahan tanah tahap akhir atau saat tanaman padi cukup besar (misalnya saat tanaman padi berumur 30-35 HST).
Hama keong mas juga aktif bergerak pad air yang menggenang atau diam. Oleh karena itu, perataan tanah dan pengeringan lahan yang baik bias menekan perkembangannya.
Penempatan tanaman beracun juga bermanfaat untuk mengendalikan perkembangan hama ini. Tanaman beracun seperti daun tembakau, daun eceng, daun kalamansi bias ditempatkan di petakan sawah atau pada saluran-saluran kecil.
Pengambilan langsung keong sekalian telurnya yang ada di lahan uga bias dilakukan. Untuk memudahkan pengambilan keong dan telurnya, letakkan tongkat bamboo di beberapa titik petak sawah. Ini untuk memancing keong dewasa agar meletakkan telurnya pada tongkat tersebut. Pengumpulan keong akan lebih mudah dengan meletakkan dedaunan dan pelepah pisang yang bias menarik perhatian keong mas untuk berkumpul.
Sedangkan pengendalian secara kimia dengan moluskisida dilakukan bila serangan hama keong mas ini telah mencapai ambang ekonomi.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Siapa yang tidak jengkel jika tanaman yang baru saja kita tanam harus hancur dan tidak bias diharapkan hasilnya alias gagal panen. Demikianlah kiranya jika tanaman padi kita terkena serangan keong emas.
Hama dengan nama latin Pomacea canaliculata Lamarck ini merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Pasalnya, serangan hama ini telah menimbulkan kerugian cukup besar bagi para petani yang ada di sejumlah daerah sentra padi di Indonesia.
Jika merunut sejenak track record atau jejak sejarah hama dengan ciri cangkang berwarna kuning keemasan ini, wajar kiranya kalau keong mas masuk kategori hama yang patut diwaspadai para petani padi. Di Filipina 400.000 ha tanaman padi hancur karena serangan hama ini.
Sedangkan di Indonesia, seperti di Lampung Selatan, Provinsi Lampung telah merusak 400 ha tanaman padi, di kabupaten Aceh Besar telah menghancurkan 10.000 ha tanaman padi.
Tingginya intensitas serangan keong mas pada tanaman padi salah satunya ditentukan dari karakter yang dimiliki hama ini. Perkembangan hama ini terbilang sangat cepat. Dari mulai bertelur sampai menetas hanya perlu waktu 4 – 7 hari.
Selain itu, kemampuan bertelurnya cukup tinggi. Satu keong betina dewasa bias menghasilkan telur sebanyak 1.000 – 1.200 butir setiap bulannya. Sementara itu, siklus hidupnya berkisar antara 60 – 80 hari.
Masa yang rentan terhadap serangan hama ini adalah saat tanaman padi berumur kurang dari empat minggu stelah tanam. Hama ini hanya memakan tanaman padi yang masih muda. Kalaupun menyerang tanaman padi dewasa, yang diserang adalah anakannya. Sehingga mengakibatkan berkurangnya anakan padi yang produktif.
Untuk mengendalikannya, bias digunakan sejumlah cara, diantaranya dengan memanfaatkan keberadaan musuh alami, misal semut merah dan bebek.
Semut merah biasanya akan memakan telur keong, sedangkan bebek menyukai keong mas yang masih muda.
Namun untuk menempatkan bebek di lading padi uga harus memperhatikan kondisi dan umur tanaman. Lebih baik bebek ditempatkan di sawah saat pengolahan tanah tahap akhir atau saat tanaman padi cukup besar (misalnya saat tanaman padi berumur 30-35 HST).
Hama keong mas juga aktif bergerak pad air yang menggenang atau diam. Oleh karena itu, perataan tanah dan pengeringan lahan yang baik bias menekan perkembangannya.
Penempatan tanaman beracun juga bermanfaat untuk mengendalikan perkembangan hama ini. Tanaman beracun seperti daun tembakau, daun eceng, daun kalamansi bias ditempatkan di petakan sawah atau pada saluran-saluran kecil.
Pengambilan langsung keong sekalian telurnya yang ada di lahan uga bias dilakukan. Untuk memudahkan pengambilan keong dan telurnya, letakkan tongkat bamboo di beberapa titik petak sawah. Ini untuk memancing keong dewasa agar meletakkan telurnya pada tongkat tersebut. Pengumpulan keong akan lebih mudah dengan meletakkan dedaunan dan pelepah pisang yang bias menarik perhatian keong mas untuk berkumpul.
Sedangkan pengendalian secara kimia dengan moluskisida dilakukan bila serangan hama keong mas ini telah mencapai ambang ekonomi.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
TIPS MEMILIH DAGING SEGAR
1. Warna cerah dan mengkilap.
Daging segar memiliki warna cerah dan mengkilap. Misalnya daging sapi warnanya merah terang, daging kerbau berwarna merah tua, daging kambing memiliki warna lebih gelap dibandingkan daging sapi.
Daging yang mulai rusak atau busuk biasanya akan berubah warna menjadi kecoklatan, kehijauan, kuning dan akhirnya tidak berwarna.
2. Bau khas.
Daging segar memiliki bau atau aroma khas daging. Sebaiknya cium bau daging, karena daging segar tidak berbau masam atau busuk.
3. Tekstur kenyal.
Daging segar biasanya memiliki tekstur yang kenyal, padat dan tidak kaku. Apabila ditekan dengan tangan atau jari maka bekas tekanan dapat cepat kembali ke posisi semula. Daging yang tidak baik (rusak) ditandai dengan tekstur yang lunak dan bila ditekan akan mudah hancur.
4. Tak berlendir.
Daging segar memiliki penampakan yang bagus dan tidak berlendir. Ketika dipegang, daging itu tidak akan terasa lengket di tangan
Daging segar memiliki warna cerah dan mengkilap. Misalnya daging sapi warnanya merah terang, daging kerbau berwarna merah tua, daging kambing memiliki warna lebih gelap dibandingkan daging sapi.
Daging yang mulai rusak atau busuk biasanya akan berubah warna menjadi kecoklatan, kehijauan, kuning dan akhirnya tidak berwarna.
2. Bau khas.
Daging segar memiliki bau atau aroma khas daging. Sebaiknya cium bau daging, karena daging segar tidak berbau masam atau busuk.
3. Tekstur kenyal.
Daging segar biasanya memiliki tekstur yang kenyal, padat dan tidak kaku. Apabila ditekan dengan tangan atau jari maka bekas tekanan dapat cepat kembali ke posisi semula. Daging yang tidak baik (rusak) ditandai dengan tekstur yang lunak dan bila ditekan akan mudah hancur.
4. Tak berlendir.
Daging segar memiliki penampakan yang bagus dan tidak berlendir. Ketika dipegang, daging itu tidak akan terasa lengket di tangan
TIPS MEMILIH DAGING KALENGAN
Banyak daging olahan impor yang masuk ke Indonesia, seperti corned beef, sosis dalam kemasan kaleng, pasta hati, dan produk-produk olahan daging lainnya. Meskipun daging yang digunakan daging sapi, namun perlu diwaspadai karena di luar negeri, seperti amerika, dibolehkan memberikan filler (bahan tambahan) sampai 5%.
Filler yan sering digunakan adalah hasil samping daribabi dan bahan-bahan kimia, seperti komponen flavor atau sebagai substitusi protein untuk produk-produk yang bukan babi, dengan tujuan agar memiliki rasa yang lebih baik (menurut mereka). Suatu penelitian FDA (Food and Drug Administration), di AS terdapat lebih dari 20% protein babi pada daging sapi giling. Belum lagi kemungkinan tempat dan alat, serta cantelan hewan di RPH, digunakan bersama untuk babi, maupun hewan lain.
Ada juga dari LN yang tidak membolehkan penyembelihan, melainkan dengan menusuk jantungnya. Ada pula bebek atau ayamdari LN yang nyatanya hanya ditusuk lehernya sehingga darah tidak tuntas keluar, dan cara ini pun bukan Islami/dzabihah.
Di Inggris pernah dilaporkan ayam yang diimpor dari Belanda ditemukan terkontaminasi dengandaging sapi dan babi. Parahnya lagi, produk yang terkontaminasi ini dilabel sebagai produk halal. Ada ayam yang akan disembelih diinjeksi protein babi yang dihidrolisis sehingga lebih berat bobotnya.
Oleh karena itu, periksalah, apakah makanan tersebut legal? Dengan memperhatikan apakah ada nomor registrasi dari BPOM RI?
Untuk dalam negeri ada nomor MD dan dari Luar negeri ada nomor ML. Nomor ini menunjukkan bahwa produk makanan tersebut legal, aman dikonsumsi, dan baik untuk kesehatan. Jangan lupa melihat apakah ada tanda/ label halalnya.
Untuk makanan yang mengandung unsur babi, seharusnya ada tulisan dan gambar yang menunjukkan ada unsur babi yang haram bagi umat Islam.
Untuk daging impor,harus pula legal dan disertai sertifikat halal setiap`kali pengiriman.
Menurut QS. Almaidah ayat 5, hewan mamalia dan unggas yang halal untuk dikonsumsi dagingnya, harus disembelih dengan pisau tajam hingga terputus saluran nafas, jalan makanan, jalan darah, serta darahnya mengalir keluar.
Perintah menyembelih dengan Basmallah tercantum dalam QS Al An’am ayat 118. Bila tidak disebut asma Allah diharamkan dalam QS Al An’am 121.
Untuk daging hewan yang tidak disembelih (tetapi ditusuk lehernya, ditusuk jantungnya, dipuntir lehernya, dikepruk kepalanya, dsb), termasuk terjatuh, tercekik, dst maka HARAM! Sebagai mana dalam QS Almaidah ayat 3.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Filler yan sering digunakan adalah hasil samping daribabi dan bahan-bahan kimia, seperti komponen flavor atau sebagai substitusi protein untuk produk-produk yang bukan babi, dengan tujuan agar memiliki rasa yang lebih baik (menurut mereka). Suatu penelitian FDA (Food and Drug Administration), di AS terdapat lebih dari 20% protein babi pada daging sapi giling. Belum lagi kemungkinan tempat dan alat, serta cantelan hewan di RPH, digunakan bersama untuk babi, maupun hewan lain.
Ada juga dari LN yang tidak membolehkan penyembelihan, melainkan dengan menusuk jantungnya. Ada pula bebek atau ayamdari LN yang nyatanya hanya ditusuk lehernya sehingga darah tidak tuntas keluar, dan cara ini pun bukan Islami/dzabihah.
Di Inggris pernah dilaporkan ayam yang diimpor dari Belanda ditemukan terkontaminasi dengandaging sapi dan babi. Parahnya lagi, produk yang terkontaminasi ini dilabel sebagai produk halal. Ada ayam yang akan disembelih diinjeksi protein babi yang dihidrolisis sehingga lebih berat bobotnya.
Oleh karena itu, periksalah, apakah makanan tersebut legal? Dengan memperhatikan apakah ada nomor registrasi dari BPOM RI?
Untuk dalam negeri ada nomor MD dan dari Luar negeri ada nomor ML. Nomor ini menunjukkan bahwa produk makanan tersebut legal, aman dikonsumsi, dan baik untuk kesehatan. Jangan lupa melihat apakah ada tanda/ label halalnya.
Untuk makanan yang mengandung unsur babi, seharusnya ada tulisan dan gambar yang menunjukkan ada unsur babi yang haram bagi umat Islam.
Untuk daging impor,harus pula legal dan disertai sertifikat halal setiap`kali pengiriman.
Menurut QS. Almaidah ayat 5, hewan mamalia dan unggas yang halal untuk dikonsumsi dagingnya, harus disembelih dengan pisau tajam hingga terputus saluran nafas, jalan makanan, jalan darah, serta darahnya mengalir keluar.
Perintah menyembelih dengan Basmallah tercantum dalam QS Al An’am ayat 118. Bila tidak disebut asma Allah diharamkan dalam QS Al An’am 121.
Untuk daging hewan yang tidak disembelih (tetapi ditusuk lehernya, ditusuk jantungnya, dipuntir lehernya, dikepruk kepalanya, dsb), termasuk terjatuh, tercekik, dst maka HARAM! Sebagai mana dalam QS Almaidah ayat 3.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Manfaat Buah Bagi Tubuh Sehat
Buah-buahan memegang peranan penting dalam pembentukan nutrisi yang diperlukan tubuh, untuk itu konsumsi buah yang bermanfaat buat kita.
Berikut buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kandungan nutrisinya:
Apel
Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.
Stroberi
Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.
Melon
Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radical dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.
Jeruk
Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.
Mangga
Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.
Kiwi
Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.
Plum
Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid, yang memiliki senyawa antikanker. Penelitian menujukkan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Plum merupakan buah yang kaya serat dan potasium.
Anggur
Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.
Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Berikut buah-buahan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kandungan nutrisinya:
Apel
Apel mengandung karbohidrat terutama ketika sedang tumbuh dan kaya pectin (sejenis serat). Apel mengandung flavonol yang disebut quercetin yang dalam beberapa penelitian memiliki bahan antikanker. Quercetin juga mengandung bahan antiradang sehingga bermanfaat bagi penyakit seperti arthritis. Sedangkan kandungan gizinya, apel mengandung vitamin C tapi tidak sebanyak buah jeruk.
Stroberi
Stroberi mengandung ellagic acid sebagai antioksidan. Dalam beberapa penelitian ellagic acid terbukti dapat menghalangi pertumbuhan tumor dalam paru-paru, osephagus, payudara, cervix dan lidah. Sebagai obat tradisional, stroberi diyakini memiliki antibakteri dan digunakan sebagai pembersih sistem pencernaan. Stroberi banyak mengandung vitamin C.
Melon
Melon mengandung gula yang tinggi dan lycopene yang berfungsi sebagai antikanker. Melon merah dan oranye juga mengandung carotenoid yang dapat melindungi sel tubuh terhadap kerusakan free radical dan dapat juga diubah menjadi vitamin A dalam tubuh. Melon merupakan sumber carotenoid dan juga mengandung vitamin C.
Jeruk
Jeruk mengandung phytochemical yang disebut hesperidin yang berfungsi sebagai antioksidan. Jeruk juga sumber pectin yang berfungsi menurunkan tekanan darah dan termasuk buah rendah serat namun sumber vitamin C dan folate.
Mangga
Mangga mengandung carotenoid yang disebut beta crytoxanthin, sebuah antioksidan yang dapat melindungi terhadap beberapa jenis kanker seperti kanker usus dan kanker tulang tengkuk. Mangga termasuk buah yang kaya carotenoid, serat, dan vitamin C.
Kiwi
Kiwi mengandung pigmen yang disebut chlorophyll yang memberikan buah tersebut warna hijau. Kiwi dapat diubah menjadi sebuah senyawa yang memiliki kemampuan mengikat kanker. Satu buah kiwi sudah cukup untuk memenuhi persyaratan konsumsi vitamin C orang dewasa.
Plum
Plum mengandung phytochemical yang disebut ferulic acid, yang memiliki senyawa antikanker. Penelitian menujukkan banyak konsumsi ferulic acid dapat membantu menurunkan risiko kanker usus. Plum merupakan buah yang kaya serat dan potasium.
Anggur
Kulit anggur mengandung phytochemical yang disebut resveratrol yang terbukti dapat meningkatkan kesehatan jantung, antikanker, antibakteri, dan mengandung antioksidan. Anggur memiliki kandungan serat dan vitamin C yang rendah.
Nanas
Nanas mengandung enzim bromelain yang memiliki kemampuan untuk menguraikan protein. Nanas sering dipakai sebagai bahan pelunak daging selain berguna membantu pencernaan, menguraikan pembekuan darah, mencegah sinusitis, dan infeksi saluran kencing. Nanas merupakan sumber vitamin C dan serat serta mengandung kadar gula yang tinggi.
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Pare dan Manfaatnya
Anda tidak menyukai pare karena pahit? Jangan dulu menghindari jenis sayuran yang satu ini. Dibalik rasa pahitnya, ternyata pare mempunyai banyak manfaat bagi tubuh, salah satunya sebagai anti kanker.
Pare mengandung kadar betakaroten dua kali lipat lebih banyak dari brokoli. Pare juga mengandung betakaroten yang sangat bagus untuk membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.
Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa vmembanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.
Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan China, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah.
Khasiat pare lainnya yaitu, kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.
Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikhawatirkan kadar gula anak akan anjlok.
Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi pare karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Pare mengandung kadar betakaroten dua kali lipat lebih banyak dari brokoli. Pare juga mengandung betakaroten yang sangat bagus untuk membasmi sel kanker, menghambat serangan jantung dan mengatasi infeksi karena virus.
Kadar kalsium pare juga tergolong tinggi, sehingga mampu menaikkan produksi sel-sel beta dalam pankreas untuk menghasilkan insulin. Bila insulin dalam tubuh mencukupi maka kemungkinan kadar glukosa vmembanjir dapat dicegah, sehingga kadar gula darah menjadi normal atau terkontrol.
Di beberapa negara terutama Jepang, Korea dan China, pare dimanfaatkan untuk pengobatan. Pare yang muda digunakan sebagai obat diabetes, gangguan pencernaan, minuman penambah semangat, obat pencahar dan perangsang muntah.
Khasiat pare lainnya yaitu, kandungan senyawa fitokimia lutein dan likopennya berkhasiat sebagai antikanker, antibiotika, antivirus, perangsang produksi insulin, penyeimbang tekanan darah dan kadar gula darah, perangsang nafsu makan dan pembasmi cacing usus.
Meskipun pare bergizi tinggi, namun sebaiknya jangan diberikan pada anak-anak dan wanita hamil. Karena anak-anak masih rentan terhadap pare, dikhawatirkan kadar gula anak akan anjlok.
Sedangkan wanita hamil tidak dianjurkan mengkonsumsi pare karena buah ini mengandung senyawa yang dapat menggugurkan kandungan.
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Teh Merah dan khasiatnya
Tahukah anda bahwa sekarang ini banyak beredar minuman berkhasiat dari teh merah ?. Warnanya merah darah. Banyak dijual di restaurant atau salon, ataupun saat ini sudah mulai dipromosikan di mal-mal seperti Carefour.
Saya cukup menikmati minum teh. Biasanya kalau malam saya suka minum teh cokelat biasa atau teh hijau. Dan karena harga gula semakin mahal, saya mulai berlatih minum teh tanpa gula.
Tapi untuk teh merah ini, saya sarankan untuk diminum dengan sedikit gula. Soalnya lumayan asem. Tapi rasanya lebih nikmat bisa ditambahkan es.
Produk ini bernama Rosella Red Tea.
Khasiat yang didapat dari mengkonsumsi teh merah ini adalah :
- Mengurangi kekntalan (viskositas) darah
- Menurunkan tekanan darah
- Menjaga kestabilan Asam urat - kolesterol - diabetes
- Mencegah serangan jantung/asteriosklerosis
- Meningkatkan stamina
- Mengurangi efek negatif dari alkohol, narkoba dan nikotin
Kandungan :
Vit A, vit B1,B12 , vit C, vit D, Mg, Ca, Omega3, Iron, Betacaroteen, Asam Essensial..
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Saya cukup menikmati minum teh. Biasanya kalau malam saya suka minum teh cokelat biasa atau teh hijau. Dan karena harga gula semakin mahal, saya mulai berlatih minum teh tanpa gula.
Tapi untuk teh merah ini, saya sarankan untuk diminum dengan sedikit gula. Soalnya lumayan asem. Tapi rasanya lebih nikmat bisa ditambahkan es.
Produk ini bernama Rosella Red Tea.
Khasiat yang didapat dari mengkonsumsi teh merah ini adalah :
- Mengurangi kekntalan (viskositas) darah
- Menurunkan tekanan darah
- Menjaga kestabilan Asam urat - kolesterol - diabetes
- Mencegah serangan jantung/asteriosklerosis
- Meningkatkan stamina
- Mengurangi efek negatif dari alkohol, narkoba dan nikotin
Kandungan :
Vit A, vit B1,B12 , vit C, vit D, Mg, Ca, Omega3, Iron, Betacaroteen, Asam Essensial..
Ket : *) : Penyuluh di Dispertanbun Blora
Tomat dan Khasiatnya
Manfaat tomat sebenarnya sudah di teliti sejak lama, beberapa peneliti mendapatkan bahwa tomat dapat mengobati ganguan pencernaan, diare, memulihkan fungsi lever dan serangan empedu.
Selain itu juga ditemukan bahwa gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakan.
Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker.
Kandungan lain yang terdapat dari tomat adalah kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien, yang semua itu sangat menyehatkan tubuh.
Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Dimasak Lebih Baik
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat un-organik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.
Khasiat buah Tomat diantaranya :
1. Menyembuhkan gusi berdarah. Ambil tomat segar dan cuci bersih, lalu makanlah.
2. Mengatasi sakit perut. Minumlah jus tomat setelah makan.
3. Menghaluskan wajah. Oleskan perasan air tomat pada wajah.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Selain itu juga ditemukan bahwa gel berwarna kuning yang menyelubungi biji tomat dapat mencegah penggumpalan dan pembekuan darah penyebab stroke dan penyakit jantung. Tomat juga mampu memulihkan lemah syahwat dan meningkatkan jumlah sperma serta menambah kegesitan gerakan.
Keisitimewaan lain buah tomat adalah tinginya kandungan likopen. Selain memberikan warna merah pada buah tomat, likopen terbukti efektif sebagai zat antioksidan. Likopen juga dapat menurunkan risiko terkena kanker, terutama kanker prostat, lambung, tenggorokan dan usus besar. Kandungan asam klorogenat dan asam p-kumarat di dalam tomat mampu melemahkan zat nitrosamin penyebab kanker.
Kandungan lain yang terdapat dari tomat adalah kaya akan vitamin A, vitamin C, mineral, serat dan zat fitonutrien, yang semua itu sangat menyehatkan tubuh.
Tomat juga banyak dimanfaatkan di dalam industri kecantikan, banyak masker dan pil anti penuaan yang berbahan dasar tomat. Bukan tanpa alasan, pigmen likopen memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Zat lain seperti tomatin di dalam tomat bersifat sebagai antiinflamasi, yaitu dapat menyembuhkan luka dan jerawat. Jika Anda demam, tomat juga mempunyai sifat antipiretik alias penurun demam. Sementara serat yang tinggi di dalam tomat mampu mengatasi ganguan pencernaan seperti sembelit dan wasir.
Dimasak Lebih Baik
Mengkonsumsi buah tomat sebaiknya dimasak terlebih dahulu. Seperti yang terungkap dari penelitian badan pangan dunia FAO-WHO. Hasil penelitian lembaga ini menunjukan jika kandungan likopen tidak rusak dan jumlahnya tidak jauh berubah selama pemanasan. Bahkan kandungan likopen akan meningkat 10 kali lipat ketika tomat diolah menjadi saus atau pasta tomat.
Likopen merupakan bagian dari karotenoid yang larut dalam lemak, namun likopen yang larut di dalam lemak justru sulit di serap oleh tubuh. Karenanya, disarankan mengolah tomat dengan cara di rebus atau dikukus. Mengkonsumsi sebaiknya pilih yang tomat organik. Tomat organik lebih sehat karena bebas dari residu kimia, baik dari pupuk dan pestisida. Tomat dari hasil organik juga lebih tinggi kandungan kalsiumnya, sekitar 23 mg dibandingkan tomat un-organik yang hanya mengandung 5 mg kalsium.
Khasiat buah Tomat diantaranya :
1. Menyembuhkan gusi berdarah. Ambil tomat segar dan cuci bersih, lalu makanlah.
2. Mengatasi sakit perut. Minumlah jus tomat setelah makan.
3. Menghaluskan wajah. Oleskan perasan air tomat pada wajah.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
PETANI LAHAN HUTAN DAPAT ALOKASI PUPUK
Keinginan petani hutan di Blora untuk mendapatkan jatah pupuk urea bersubsidi dikabulkan Pemprov jateng.
Mulai tahun ini, para petani penggarap lahan di sekitar kawasan hutan (persil) itu bias mendapatkan pupuk seperti petani lainnya. Alokasi pupuk bagi mereka dijatah 1.748 ton.
“Sama seperti petani lainnya, persyaratan mendapatkan pupuk, antara lain melalui pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Petani lahan hutan uga harus melakukan hal itu,” ujar Asisten II Sekretariat daerah (Sekda) Blora Gunadi pada 10 November 2009 lalu.
Gunadi yang juga ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP-3) Blora mengemukakan, petani hutan beberapa kali meminta kepada Pemkab dan Pemprov Jateng agar ada alokasi pupuk urea untuk mereka.
Sebab, alokasi pupuk selama ini tidak mencantumkan jatah untuk petani di lahan hutan. “Gubernur memutuskan, tahun ini ada alokasi pupuk urea untuk petani hutan di Blora,” tandasnya.
Pernyataan senada dikemukakan pula oleh Ketua DPRD H. Maulana Kusnanto. Menurutnya, alokasi pupuk untuk petani di Blora tahun ini dirasa lebih dari cukup.
TAMBAH ALOKASI
Menurutnya, Pemprov telah menambah alokasi pupuk sekitar 11.000 ton. Blora sebelumnya mendapat jatah pupuk urea bersubsidi 39.971 ton.
“Alokasi pupuk itu kami rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan petani termasuk petani di lahan persil,” ujar Kusnanto.
Bupati RM Yudhi Sancoyo mengimbau, penggunaan pupuk urea hendaknya sesuai dengan kebutuhan. Dia mengatakan, satu hektar lahan membutuhkan pupuk sekitar 250 kilogram.
Namun, terkadang para petani menginginkan pupuk lebih banyak dengan harapan tanamannya tumbuh lebih baik. “ Padahal penggunaan pupuk yang berlebihan akan merusak tanah,” imbuhnya.
KET : *) : Pebyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Mulai tahun ini, para petani penggarap lahan di sekitar kawasan hutan (persil) itu bias mendapatkan pupuk seperti petani lainnya. Alokasi pupuk bagi mereka dijatah 1.748 ton.
“Sama seperti petani lainnya, persyaratan mendapatkan pupuk, antara lain melalui pengajuan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK). Petani lahan hutan uga harus melakukan hal itu,” ujar Asisten II Sekretariat daerah (Sekda) Blora Gunadi pada 10 November 2009 lalu.
Gunadi yang juga ketua Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP-3) Blora mengemukakan, petani hutan beberapa kali meminta kepada Pemkab dan Pemprov Jateng agar ada alokasi pupuk urea untuk mereka.
Sebab, alokasi pupuk selama ini tidak mencantumkan jatah untuk petani di lahan hutan. “Gubernur memutuskan, tahun ini ada alokasi pupuk urea untuk petani hutan di Blora,” tandasnya.
Pernyataan senada dikemukakan pula oleh Ketua DPRD H. Maulana Kusnanto. Menurutnya, alokasi pupuk untuk petani di Blora tahun ini dirasa lebih dari cukup.
TAMBAH ALOKASI
Menurutnya, Pemprov telah menambah alokasi pupuk sekitar 11.000 ton. Blora sebelumnya mendapat jatah pupuk urea bersubsidi 39.971 ton.
“Alokasi pupuk itu kami rasa cukup untuk memenuhi kebutuhan petani termasuk petani di lahan persil,” ujar Kusnanto.
Bupati RM Yudhi Sancoyo mengimbau, penggunaan pupuk urea hendaknya sesuai dengan kebutuhan. Dia mengatakan, satu hektar lahan membutuhkan pupuk sekitar 250 kilogram.
Namun, terkadang para petani menginginkan pupuk lebih banyak dengan harapan tanamannya tumbuh lebih baik. “ Padahal penggunaan pupuk yang berlebihan akan merusak tanah,” imbuhnya.
KET : *) : Pebyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
HALAL HARAM KOPI LUWAK
Kopi luwak termasuk salah satu kopi yang sangat terkenal, baik citarasa mauoun harganya, dan kepopulerannya telah dikenal oleh para penggemar kopi di Inddonesia hingga mancanegara.
Bahkan di luar negeri seperti Amerika, ada beberapa kafe atau coffe shop yang menjual kopi luwak alias Civet Coffee. Kopi luwak sudah dikenal sejak jaman Hindia Belanda di mana ada beberapa perkebunan kopi di beberapa daerah yang ada di sumatera, Jawa dan Sulawesi.
Sesuai dengan sebutannya, kopi luwak sebenarnya berasal dari biji kopi pilihan yang bagus kualitasnya dan dimangsa hewan luwak, sejenis suku musang atau garangan. Luwak sangat gemar dengan biji-bijian bermutu, termasuk biji kopi pilihan yang paling baik untuk dimakan.
Sesudah dimakan, beberapa saat biji kopi tersebut ,mengalami fermentasi di dalam perut musang, dan dapat dianggap mengalami fermentasi secara alami, sehingga berubah aromanya, walaupun keluar bersama kotoran luwak, biji kopi tersebut masih utuh dan secara bergerombol mudah dikenali dan diambillah oleh para petani kopi.
Setelah dibersihkan darikotoran, akan nampak kilap kopi luwak, dan setelah digoreng sangan, ditumbuk halus, diyakini sangat berbeda citarasanya, aromanya khas, apalagi diseduh dengan air hangat dengan gula secukupnya, sungguh sanagat nilmat dan terasa menggoda bagi para penikmat sebenarnya.
Mengingat perkembangan zaman yang semakain terbuka, banyak juga manusia yang memburu binatang musang karena dagingnya yang diyakini dapat menyembuhkan asma, maka semakin berkurang musang liar pemangsa kopi. Sehingga kopi jenis ini menjadi semakin mahal.
Namun demikian, masih banyak usaha perkebunan yang menangkar musang, sehingga musang peliharaan ini dapat dilepas untuk menikmati buah/biji kopi pilihan dan dari kotorannya ditemukan kembali biji kopi “eksotik” tersebut.
Bagaimana kehalalannya? Tidakkah termasuk najis mutawasithah?
Komisi Fatwa MUI di Jatim telah menelaah dan mengeluarkan fatwanya, bahwa biji kopi yang bersama kotoran civet yang telah dicuci bersih dengan air bersih, sehingga tidak lagi najis, maka biji kopi “eksotik” yang telah bersih, digoreng sangan dan ditumbuk halus menjadi kopi bubuk, semuanya dinyatakan halal untuk dinikmati.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Bahkan di luar negeri seperti Amerika, ada beberapa kafe atau coffe shop yang menjual kopi luwak alias Civet Coffee. Kopi luwak sudah dikenal sejak jaman Hindia Belanda di mana ada beberapa perkebunan kopi di beberapa daerah yang ada di sumatera, Jawa dan Sulawesi.
Sesuai dengan sebutannya, kopi luwak sebenarnya berasal dari biji kopi pilihan yang bagus kualitasnya dan dimangsa hewan luwak, sejenis suku musang atau garangan. Luwak sangat gemar dengan biji-bijian bermutu, termasuk biji kopi pilihan yang paling baik untuk dimakan.
Sesudah dimakan, beberapa saat biji kopi tersebut ,mengalami fermentasi di dalam perut musang, dan dapat dianggap mengalami fermentasi secara alami, sehingga berubah aromanya, walaupun keluar bersama kotoran luwak, biji kopi tersebut masih utuh dan secara bergerombol mudah dikenali dan diambillah oleh para petani kopi.
Setelah dibersihkan darikotoran, akan nampak kilap kopi luwak, dan setelah digoreng sangan, ditumbuk halus, diyakini sangat berbeda citarasanya, aromanya khas, apalagi diseduh dengan air hangat dengan gula secukupnya, sungguh sanagat nilmat dan terasa menggoda bagi para penikmat sebenarnya.
Mengingat perkembangan zaman yang semakain terbuka, banyak juga manusia yang memburu binatang musang karena dagingnya yang diyakini dapat menyembuhkan asma, maka semakin berkurang musang liar pemangsa kopi. Sehingga kopi jenis ini menjadi semakin mahal.
Namun demikian, masih banyak usaha perkebunan yang menangkar musang, sehingga musang peliharaan ini dapat dilepas untuk menikmati buah/biji kopi pilihan dan dari kotorannya ditemukan kembali biji kopi “eksotik” tersebut.
Bagaimana kehalalannya? Tidakkah termasuk najis mutawasithah?
Komisi Fatwa MUI di Jatim telah menelaah dan mengeluarkan fatwanya, bahwa biji kopi yang bersama kotoran civet yang telah dicuci bersih dengan air bersih, sehingga tidak lagi najis, maka biji kopi “eksotik” yang telah bersih, digoreng sangan dan ditumbuk halus menjadi kopi bubuk, semuanya dinyatakan halal untuk dinikmati.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
CATATAN AKHIR TAHUN BLORA, PERTANIAN MASIH JADI TUMPUAN PEREKONOMIAN
Masyarakat kabupaten blora, rasanya tidak bisa dilepaskan dari pertanian. Sebab, mayoritas penduduk blora hidup dengan bertani. Karena itu, hasil pertanian menjadi komoditas utama mereka.
Maka, tidak berlebihan kiranya jika blora kemudian dijadikan sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, tingkat produktivitas pertaniannya tidaklah mengecewakan.
Pada tahun 2004 misalnya, total produksi padi mencapai 373.159 ton. Tahun 2005, jumlah produksi padi 291.744 ton, pada 2006 nilai produksinya 361.115 ton, tahun 2007 301.972 ton dan tahun 2008 415.238 ton.
“Produksi pada tahun 2009, hingga Agustus kemarin sudah mencapai 352.959 ton,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora Ir. Sutikno Slamet melalui Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan hortikultura Ir. Reni Miharti M Agr Bus.
Selain total produksi padi tersebut, kabupaten dengan penduduk 846.310 jiwa itu juga menghasilkan jagung yang cukup besar. Tahun 2004, kabupaten yang 90.416,52 ha (49,66%) dari luas wilayahnya berbentuk hutan itu mampu memproduksi jagung hingga 161.115 ton.
Tahun 2005 (273.297 ton), tahun 2006 (277.827 ton), tahun 2007 (284.730 ton), 2008 (298.931 ton) dan 2009 sampai Agustus total produksinya 202.896 ton.
Meski mampu memproduksi hingga ratusan ribu ton pertahun,Blora mengalami satu kendala akut, yaitu kekeringan. Kekeringan inilah yang membuat pertanian di Blora perlu perhatian ektra dari Pemerintah.
Kekeringan itu pula yang membuat Gubernur Jawa tengah Bibit Waluyo sering menyambangi Blora uttuk memberikan bantuan ataupun support kepada masyarakat agar tetap bekerja keras. “Blora adalah kabupaten pertanian yang kering dan sulit air, sehingga perlu perhatian ekstra,” kata Gubernur saat melakukan kunjungan kerja dan pencanagan penanaman padi gogo di desa tlogowungu, kecamatan Japah, kabupaten Blora belum lama ini.
Gubernur dalam rangka membantu petani di Blora juga telah memberikan bantuan berupa 1.000 sumur lapang atau dikenal dengan sumur pitu (dari kata pitulungan). “Saya senang dengan kerja keras sedulur-sedulur saya di Blora ini yang rajin bekerja,” puji Gubernur.
`Karena pertanian menjadi gantungan hidup dan mata pencaharian para masyarakat, maka gubernur pun bekerja sama dengan Pemkab setempat, menawarkan kerja sama untuk melakukan penanaman padi gogo di lahan-lahan milik perhutani.
Gayung pun bersambut, Direktur Utama Perhutani DR. Ir Upik Rosalina wasrin, sewaktu mendampingi Gubernur dalam kunjungan kerja dan pencanangan penanaman padi gogo di desa Tlogowungu menyatakan dukungan pada rencana Pemerintah untuk melakukan penanaman di lahan hutan guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan. “ kami tetap konsisten dengan pengembangan pertanian di kawasan hutan adalah salah satu pendukung system kehidupan, yaitu lingkungan”.
Problem Kekeringan
Hanya semanagat dan kerja keras petanilah yang saat ini mesti mendapat apresiasi para pimpinan di Kabupaten Blora. Pasalnya, meski di daerah kering yang sulit air, prooduksi pertaniannya tetap baik, bahkan menjadi penopang ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Pembuatan sumur-sumur lapang (sumur pitu) yang juga sudah mendapat bantuan dari gubernur perlu diperbanyak agar produktivitas petani semakin meningkat. Daerah pertanian di pinggiran-pinggiran juga perlu mendapatkan perhatian serius. Berbagai pelatihan yang sering dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan sedapat mungkin juga melayani mereka.
Berdasarkan keterangan dari staf Dispertanbun, selama 2009 ini, Dinas mengadakan pelatihan 440 unit Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu (SL-PTT).
Pendampingan-pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga harus makin digalakkan agar dari proses tanam hingga panen, petani memiliki pengetahuan, sehingga produktivitasnya meningkat.
Selain semangat, Dispertanbun Blora juga berharap`ada kerjasama sinergis antara petani dan Dispertanbun. Para petani hendaknya mengikuti arahan PPL, baik dalam hal budidaya, pemeliharaan, pemupukan maupun pemberantasan hama . Dan yang terpenting, para petani mau mulai membiasakan menggunalkan pupuk organic, karena pupuk organic akan mampu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah yang sekarang kondisinya sudan “sakit”, karena pemakaian bahan-bahan kimia secara terus menerus, selain itu akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Maka, tidak berlebihan kiranya jika blora kemudian dijadikan sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, tingkat produktivitas pertaniannya tidaklah mengecewakan.
Pada tahun 2004 misalnya, total produksi padi mencapai 373.159 ton. Tahun 2005, jumlah produksi padi 291.744 ton, pada 2006 nilai produksinya 361.115 ton, tahun 2007 301.972 ton dan tahun 2008 415.238 ton.
“Produksi pada tahun 2009, hingga Agustus kemarin sudah mencapai 352.959 ton,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora Ir. Sutikno Slamet melalui Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan hortikultura Ir. Reni Miharti M Agr Bus.
Selain total produksi padi tersebut, kabupaten dengan penduduk 846.310 jiwa itu juga menghasilkan jagung yang cukup besar. Tahun 2004, kabupaten yang 90.416,52 ha (49,66%) dari luas wilayahnya berbentuk hutan itu mampu memproduksi jagung hingga 161.115 ton.
Tahun 2005 (273.297 ton), tahun 2006 (277.827 ton), tahun 2007 (284.730 ton), 2008 (298.931 ton) dan 2009 sampai Agustus total produksinya 202.896 ton.
Meski mampu memproduksi hingga ratusan ribu ton pertahun,Blora mengalami satu kendala akut, yaitu kekeringan. Kekeringan inilah yang membuat pertanian di Blora perlu perhatian ektra dari Pemerintah.
Kekeringan itu pula yang membuat Gubernur Jawa tengah Bibit Waluyo sering menyambangi Blora uttuk memberikan bantuan ataupun support kepada masyarakat agar tetap bekerja keras. “Blora adalah kabupaten pertanian yang kering dan sulit air, sehingga perlu perhatian ekstra,” kata Gubernur saat melakukan kunjungan kerja dan pencanagan penanaman padi gogo di desa tlogowungu, kecamatan Japah, kabupaten Blora belum lama ini.
Gubernur dalam rangka membantu petani di Blora juga telah memberikan bantuan berupa 1.000 sumur lapang atau dikenal dengan sumur pitu (dari kata pitulungan). “Saya senang dengan kerja keras sedulur-sedulur saya di Blora ini yang rajin bekerja,” puji Gubernur.
`Karena pertanian menjadi gantungan hidup dan mata pencaharian para masyarakat, maka gubernur pun bekerja sama dengan Pemkab setempat, menawarkan kerja sama untuk melakukan penanaman padi gogo di lahan-lahan milik perhutani.
Gayung pun bersambut, Direktur Utama Perhutani DR. Ir Upik Rosalina wasrin, sewaktu mendampingi Gubernur dalam kunjungan kerja dan pencanangan penanaman padi gogo di desa Tlogowungu menyatakan dukungan pada rencana Pemerintah untuk melakukan penanaman di lahan hutan guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan. “ kami tetap konsisten dengan pengembangan pertanian di kawasan hutan adalah salah satu pendukung system kehidupan, yaitu lingkungan”.
Problem Kekeringan
Hanya semanagat dan kerja keras petanilah yang saat ini mesti mendapat apresiasi para pimpinan di Kabupaten Blora. Pasalnya, meski di daerah kering yang sulit air, prooduksi pertaniannya tetap baik, bahkan menjadi penopang ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Pembuatan sumur-sumur lapang (sumur pitu) yang juga sudah mendapat bantuan dari gubernur perlu diperbanyak agar produktivitas petani semakin meningkat. Daerah pertanian di pinggiran-pinggiran juga perlu mendapatkan perhatian serius. Berbagai pelatihan yang sering dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan sedapat mungkin juga melayani mereka.
Berdasarkan keterangan dari staf Dispertanbun, selama 2009 ini, Dinas mengadakan pelatihan 440 unit Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu (SL-PTT).
Pendampingan-pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga harus makin digalakkan agar dari proses tanam hingga panen, petani memiliki pengetahuan, sehingga produktivitasnya meningkat.
Selain semangat, Dispertanbun Blora juga berharap`ada kerjasama sinergis antara petani dan Dispertanbun. Para petani hendaknya mengikuti arahan PPL, baik dalam hal budidaya, pemeliharaan, pemupukan maupun pemberantasan hama . Dan yang terpenting, para petani mau mulai membiasakan menggunalkan pupuk organic, karena pupuk organic akan mampu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah yang sekarang kondisinya sudan “sakit”, karena pemakaian bahan-bahan kimia secara terus menerus, selain itu akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Langganan:
Komentar (Atom)