Saat ini makin banyak kuman yang kebal terhadap obat-obat modern. Akibatnya, angka kematian akibat infeksi yang dialami di rumah sakit meningkat. Jumlah kuman yang resisten meningkat lebih cepat daripada penemuan obat antibiotik baru.
Untuk mengantisipasi hal ini, Royal University di Bath mulai menggunakan madu manuka dan larva (ulat) dalam mengatasi kuman resistensi di Rumah Sakit tersebut. Ternyata madu dan larva menawarkan manfaat yang lebih baik daripada obat-obat modern.
Madu dan terapi larva, menurut sejumlah perawat, merupakan dua pengobatan yang banyak dicoba di berbagai negara untuk melawan infeksi mematikan seperti MRSA (Methicilin Resistant Staphylococcus Aureus). Menurut dokter Kate Purser dari Royal United, kadar gula yang tinggi dalam madu akan menciptakan lingkungan bebas air sehingga bakteri tidak bisa hidup di dalamnya.
Selain itu, kandungan asam dalam madu juga bersifat antibakteri. Hal ini berbeda dengan madu yang djual di pasaran. Madu manuka yang dipanen dari tanaman asli asal Selandia Baru, sudah disterilkan melalui radiasi untuk membunuh semua spora bakteri yang mungkin terdapat di dalamnya.
“Sedangkan larva-larva ini digunakan untuk mempercepat penyembuhan dengan menempatkannya pada luka dan bisul. Larva akan memakan jaringan mati tanpa mengganggu jaringan yang sehat,” tandas Purser.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar