Masyarakat kabupaten blora, rasanya tidak bisa dilepaskan dari pertanian. Sebab, mayoritas penduduk blora hidup dengan bertani. Karena itu, hasil pertanian menjadi komoditas utama mereka.
Maka, tidak berlebihan kiranya jika blora kemudian dijadikan sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah. Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Tengah, tingkat produktivitas pertaniannya tidaklah mengecewakan.
Pada tahun 2004 misalnya, total produksi padi mencapai 373.159 ton. Tahun 2005, jumlah produksi padi 291.744 ton, pada 2006 nilai produksinya 361.115 ton, tahun 2007 301.972 ton dan tahun 2008 415.238 ton.
“Produksi pada tahun 2009, hingga Agustus kemarin sudah mencapai 352.959 ton,” ujar Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Blora Ir. Sutikno Slamet melalui Kepala Bidang Pertanian Tanaman Pangan dan hortikultura Ir. Reni Miharti M Agr Bus.
Selain total produksi padi tersebut, kabupaten dengan penduduk 846.310 jiwa itu juga menghasilkan jagung yang cukup besar. Tahun 2004, kabupaten yang 90.416,52 ha (49,66%) dari luas wilayahnya berbentuk hutan itu mampu memproduksi jagung hingga 161.115 ton.
Tahun 2005 (273.297 ton), tahun 2006 (277.827 ton), tahun 2007 (284.730 ton), 2008 (298.931 ton) dan 2009 sampai Agustus total produksinya 202.896 ton.
Meski mampu memproduksi hingga ratusan ribu ton pertahun,Blora mengalami satu kendala akut, yaitu kekeringan. Kekeringan inilah yang membuat pertanian di Blora perlu perhatian ektra dari Pemerintah.
Kekeringan itu pula yang membuat Gubernur Jawa tengah Bibit Waluyo sering menyambangi Blora uttuk memberikan bantuan ataupun support kepada masyarakat agar tetap bekerja keras. “Blora adalah kabupaten pertanian yang kering dan sulit air, sehingga perlu perhatian ekstra,” kata Gubernur saat melakukan kunjungan kerja dan pencanagan penanaman padi gogo di desa tlogowungu, kecamatan Japah, kabupaten Blora belum lama ini.
Gubernur dalam rangka membantu petani di Blora juga telah memberikan bantuan berupa 1.000 sumur lapang atau dikenal dengan sumur pitu (dari kata pitulungan). “Saya senang dengan kerja keras sedulur-sedulur saya di Blora ini yang rajin bekerja,” puji Gubernur.
`Karena pertanian menjadi gantungan hidup dan mata pencaharian para masyarakat, maka gubernur pun bekerja sama dengan Pemkab setempat, menawarkan kerja sama untuk melakukan penanaman padi gogo di lahan-lahan milik perhutani.
Gayung pun bersambut, Direktur Utama Perhutani DR. Ir Upik Rosalina wasrin, sewaktu mendampingi Gubernur dalam kunjungan kerja dan pencanangan penanaman padi gogo di desa Tlogowungu menyatakan dukungan pada rencana Pemerintah untuk melakukan penanaman di lahan hutan guna meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan. “ kami tetap konsisten dengan pengembangan pertanian di kawasan hutan adalah salah satu pendukung system kehidupan, yaitu lingkungan”.
Problem Kekeringan
Hanya semanagat dan kerja keras petanilah yang saat ini mesti mendapat apresiasi para pimpinan di Kabupaten Blora. Pasalnya, meski di daerah kering yang sulit air, prooduksi pertaniannya tetap baik, bahkan menjadi penopang ketahanan pangan di Jawa Tengah.
Pembuatan sumur-sumur lapang (sumur pitu) yang juga sudah mendapat bantuan dari gubernur perlu diperbanyak agar produktivitas petani semakin meningkat. Daerah pertanian di pinggiran-pinggiran juga perlu mendapatkan perhatian serius. Berbagai pelatihan yang sering dilakukan oleh Dinas Pertanian dan Perkebunan sedapat mungkin juga melayani mereka.
Berdasarkan keterangan dari staf Dispertanbun, selama 2009 ini, Dinas mengadakan pelatihan 440 unit Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman terpadu (SL-PTT).
Pendampingan-pendampingan oleh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) juga harus makin digalakkan agar dari proses tanam hingga panen, petani memiliki pengetahuan, sehingga produktivitasnya meningkat.
Selain semangat, Dispertanbun Blora juga berharap`ada kerjasama sinergis antara petani dan Dispertanbun. Para petani hendaknya mengikuti arahan PPL, baik dalam hal budidaya, pemeliharaan, pemupukan maupun pemberantasan hama . Dan yang terpenting, para petani mau mulai membiasakan menggunalkan pupuk organic, karena pupuk organic akan mampu memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi tanah yang sekarang kondisinya sudan “sakit”, karena pemakaian bahan-bahan kimia secara terus menerus, selain itu akan mengurangi ketergantungan petani pada pupuk kimia.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar