Hewan dari phylum Molusca ini terlihat cantik dan lemah gemulai saat bergerak. Namun, siapa sangka kalau hewan ini mampu menimbulkan kerusakan parah pada tanaman padi yang masih muda ika tidak segera dikendalikan.
Siapa yang tidak jengkel jika tanaman yang baru saja kita tanam harus hancur dan tidak bias diharapkan hasilnya alias gagal panen. Demikianlah kiranya jika tanaman padi kita terkena serangan keong emas.
Hama dengan nama latin Pomacea canaliculata Lamarck ini merupakan salah satu hama penting pada tanaman padi. Pasalnya, serangan hama ini telah menimbulkan kerugian cukup besar bagi para petani yang ada di sejumlah daerah sentra padi di Indonesia.
Jika merunut sejenak track record atau jejak sejarah hama dengan ciri cangkang berwarna kuning keemasan ini, wajar kiranya kalau keong mas masuk kategori hama yang patut diwaspadai para petani padi. Di Filipina 400.000 ha tanaman padi hancur karena serangan hama ini.
Sedangkan di Indonesia, seperti di Lampung Selatan, Provinsi Lampung telah merusak 400 ha tanaman padi, di kabupaten Aceh Besar telah menghancurkan 10.000 ha tanaman padi.
Tingginya intensitas serangan keong mas pada tanaman padi salah satunya ditentukan dari karakter yang dimiliki hama ini. Perkembangan hama ini terbilang sangat cepat. Dari mulai bertelur sampai menetas hanya perlu waktu 4 – 7 hari.
Selain itu, kemampuan bertelurnya cukup tinggi. Satu keong betina dewasa bias menghasilkan telur sebanyak 1.000 – 1.200 butir setiap bulannya. Sementara itu, siklus hidupnya berkisar antara 60 – 80 hari.
Masa yang rentan terhadap serangan hama ini adalah saat tanaman padi berumur kurang dari empat minggu stelah tanam. Hama ini hanya memakan tanaman padi yang masih muda. Kalaupun menyerang tanaman padi dewasa, yang diserang adalah anakannya. Sehingga mengakibatkan berkurangnya anakan padi yang produktif.
Untuk mengendalikannya, bias digunakan sejumlah cara, diantaranya dengan memanfaatkan keberadaan musuh alami, misal semut merah dan bebek.
Semut merah biasanya akan memakan telur keong, sedangkan bebek menyukai keong mas yang masih muda.
Namun untuk menempatkan bebek di lading padi uga harus memperhatikan kondisi dan umur tanaman. Lebih baik bebek ditempatkan di sawah saat pengolahan tanah tahap akhir atau saat tanaman padi cukup besar (misalnya saat tanaman padi berumur 30-35 HST).
Hama keong mas juga aktif bergerak pad air yang menggenang atau diam. Oleh karena itu, perataan tanah dan pengeringan lahan yang baik bias menekan perkembangannya.
Penempatan tanaman beracun juga bermanfaat untuk mengendalikan perkembangan hama ini. Tanaman beracun seperti daun tembakau, daun eceng, daun kalamansi bias ditempatkan di petakan sawah atau pada saluran-saluran kecil.
Pengambilan langsung keong sekalian telurnya yang ada di lahan uga bias dilakukan. Untuk memudahkan pengambilan keong dan telurnya, letakkan tongkat bamboo di beberapa titik petak sawah. Ini untuk memancing keong dewasa agar meletakkan telurnya pada tongkat tersebut. Pengumpulan keong akan lebih mudah dengan meletakkan dedaunan dan pelepah pisang yang bias menarik perhatian keong mas untuk berkumpul.
Sedangkan pengendalian secara kimia dengan moluskisida dilakukan bila serangan hama keong mas ini telah mencapai ambang ekonomi.
Ket : *) : Penyuluh Pertanian di Dispertanbun Blora
Tidak ada komentar:
Posting Komentar